Teruslah Bersahabat Sampai Allah Berkata Waktunya Pulang
Indragirione.com, - Gerakan
Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) perdana mulai menyalurkan pakaian layak pakai bagi
kaum dhuafa, pada Rabu (26/8/20).
Ketua Gasebu, H. Jalaluddin Husain mengungkapkan penyaluran
perdana kita laksanakan di sekretariat Jalan Gasebu SMP Pulau Kijang.
"Untuk penyaluran selanjutnya sudah kami rencanakan Dalam
syaa Allah akan disalurkan kepada kaum dhuafa pada hari Jumat (28/08/20) nanti
dan untuk keluarga dhuafa calon penerima sebagian namanya sudah kami infentaris
dan sebagian sedang di data," ujar H Jalaluddin Husain.
Sampai saat ini Gasebu sudah menerima 405 lembar pakaian layak pakai yang jenis dan ukurannya bervariasi, pakaian yang diterima ini sudah dilakukan proses sortir dan proses pencucian.
"Alhamdulillah hari ini juga kami kembali menerima donasi
pakaian layak pakai sebanyak 5 pak dari Ibu Hj Dahlia, dijalan SMP Pulau Kijang
yang diterima dan dijemput oleh anggota Gasebu, Abdul Muin dan juga 2 karung
dari warga jalan utama yang di koordinir oleh anggota lainnya, pak Arsyad yang
diantar langsung ke sekretariat Gasebu, ”ungkapnya.
Inisiator Gasebu Nahrawi
yang dihubungi melalui selulernya sangat mengapresiasi program kerja dari
pengurus gasebu.
"Jadi memang pakaian ini akan segera di distribusikan
kepada kaum dhuafa dan juga kepada saudara kita yang mengalami musibah
kebakaran. Semoga kinerja yang dilakukan pengurus ini dapat terus ditingkatkan
dan yang paling penting adalah menjaga amanah dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada Gasebu," tutur Nahrawi
Ia juga kasih sayang kepada para donatur yang telah
mempercayakan donasinya. Semoga kedepan akan semakin banyak donatur yang
berkenan untuk berdonasi melaui Gasebu.
"Harapan saya mohon doakan para penggiat sosial yang
tergabung di Gasebu khususnya, senantiasa yang diberikan kesehatan dan tetap
istiqomah untuk mengalirkan donasi dari para donatur. Dalam syaa Allah akan
menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua," tutupnya.

Alhamdulillah Persiapan Sampai Kegiatan
Tabligh Akbar Bersama Syekc Muhammad Ali Jaber Malam Ini Dimasjid Besar Jami'
Pulau Kijang Kecamatan Reteh Berjalan Dengan Baik. Jazakallah Buat Kerja Sama Kawan-kawan Semua.
Mari Kita Hadiri "Tabligh Akbar"
Malam Ini Dimasjid Besar Jami' Pulau Kijang Kecamatan Reteh Setelah Shalat
Fardhu Isya' Dan Dimasjid Alhidayah Setelah Shalat Fardhu Shubuh.
Indragirione.com, - Telah terkumpul sebanyak 208 pakaian layak pakai pada hari keempat, program gebrakan baru Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu).
Ketua Gasebu H. Jalaluddun Husain melalui anggotanya, Darwis menyebutkan tambahan donasi pakaian layak pakai diterima dari M Arsyad yang beralamat di Jalan Utama Pulau Kijang.
"Kemarin juga sudah kami terima dari bapak M Taufan di Lorong Bunga Tanjung yang langsung dijemput oleh anggota. Pakaian tersebut kami bawa ke sekretariat Gasebu untuk dilakukan proses sortir ulang. Total hari keempat ini sudah terkumpul 208 lembar pakaian," ungkap Darwis, Sabtu (22) / 8/20).
"Jika sudah rapi, artinya pakaian yang akan kami salurankan nantinya betul-betul layak pakai, steril dan langsung dapat dimanfaatkan oleh penerima. Jadi bagi donatur yang ingin berdonasi pakaian layak pakai ini, dapat langsung diantar ke Sekretariat Gasebu di jalan SMP, atau dapat kami jemput kerumah donatur, "kata H. Jalaluddin Husain.
Inisiator Gasebu, Nahrawi yang dihubungi melalui selulernya sangat mengapresiasi program yang dijalankan oleh pengurus Gasebu dalam hal mengatur pakaian layak pakai tersebut.
"Kami berharap akan lebih banyak masyarakat yang berdonasi kedepannya, karena saya sangat percaya, banyak pakaian tersimpan dilemari yang sudah bertahan-tahun tidak pernah dipakai, akan bermanfaat jika disumbangkan kepada saudara kita yang lebih membutuhkan," ujarnya.
Selain itu, Ia berharap jajaran pengurus Gasebu juga turut melakukan gerakan pakaian layak pakai. Beberapa informasi sudah diterima Gasebu dari masyarakat yang akan menyumbangkan pakaian layak pakainya dan saat ini sedang dalam proses belajar.
Semoga semua upaya yang dilakukan oleh Gasebu betul-betul sesuai dengan harapan masyarakat dengan mengedepankan motto Gasebu, Kami Kumpulkan, Kami Salurkan, Kami Pertanggung Jawabkan. Sehingga Gasebu dipercaya oleh masyarakat, "tutup Nahrawi.
Sunber : Fajar Satria
(Merinding
bacanya)
Berpuluh
kali membaca postingan ini, tidak akan bosan.
Pagi-pagi
sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa
satu tas besar di tangan kanannya.
Dari
matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah pasti habis
bertengkar lagi dengan suaminya.
Meski
heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika
bertengkar dengan suaminya.
Ayah
Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah
mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah
kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah
menemukan buku rekening suaminya terjatuh di dalam mobil.
Sarah
baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal
yang sama.
Sementara
Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti
sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah
untuk yang lain.
Jangan-jangan
ada wanita lain??
Ayah
Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget
atau pun marah.
*"Sarah...,*
*» Yang
pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah melawan Firman Allah*
*karena
meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*
Kalimat
ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah
mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.
*»
"Yang kedua,* *mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.*
*Hakmu
hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.*
*Itu pun
untuk kebutuhan rumah tangga.*
Jika
kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu
tak boleh".
Lanjut
ayahnya.
"Sarah..,
suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan
setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu
tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu
sudah mengenalnya dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya
kamulah wanita yang memilikinya".
"Suamimu
meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran
denganmu.
Ayah
mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai
berkaca-kaca.
*"Sarah...,*
*kamu
harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*
*Jika
suamimu berkenan padamu,*
*maka
Allah pun berkenan.*
*Sedangkan
suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*
Begitulah
Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan
sampai kamu menjadi penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
*"Suamimu..
dan harta suamimu adalah milik ibunya".*
Ayah
mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang
ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.
•
Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia
melepasnya begitu saja.
•
Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja
untuk keluarga barunya.
•
Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak
laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan
ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya 1 tahun sekali.
"Kamu
yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu..
Kenapa
??
Karena
rumahnya kecil dan sempit?? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu
bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu
pun tidak akan betah disana.
Sarah..,
mendengar ini ayah sakit sekali".
"Lalu,
jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana..
Bagaimana
dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal di sana?"
*"Uang
itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual
gorengan.
Dari
uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin
dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya.
Sarah
membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya
kurang.
Karena
Sarah banyak membeli pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah
juga sangat menjaga penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan
setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di
restoran.
Sarah
menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya
seorang tukang gorengan.
Tukang
gorengan yang berhasil :
•
Menjadikan suaminya seorang sarjana,.
•
mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang..
•
Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang
bisa ia gunakan setiap hari.
"Ayaaah,
maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda
Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
*"Sarah...*
*•
kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia
orang baik nak...*
*•
Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu
suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu
bisa menghantarkanmu ke surga*
Ibunda
Sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah
hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya
sakit, menyesali sikapnya.
Sarah
pun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kepada suaminya
atas prasangka yang salah selama ini.
Dilain
hari, Sarah pun mengikuti suaminya bersilaturahmi kepada ibu kandung suaminya
alias mertuanya.
Suaminya
meneteskan air mata menatap istrinya yg ditangan istrinya tertenteng 5 liter
minyak goreng untuk mertuanya.
Tetesan
air mata suami bukan masalah jumlah liternya tapi karena perubahan istrinya yg
senang dan nampak ikhlas hendak datang kepada orang tuanya alias mertua
istrinya.
Seterusnya
Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Sesekali
waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi meminta anjangsana ke rumah
mertuanya dan juga orang tuanya...
Kirimkan
Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan
mengambil manfaat dari kisah ini,.. sehingga anda pun akan mendapatkan pahala..
![]()
![]()
![]()
![]()
@sahabat
syurga@
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) Kecamatan Reteh kembali salurkan donasi untuk pasien Samsu, Kamis (20/08/2020).
Donasi
diserahkan langsung oleh ketua GASEBU Reteh H. Jalaluddin Husain didampingi
oleh Abdul Muin dan Inisiator Gasebu Nahrawi.
"Donasi
yang kami serahkan hari ini adalah biaya transportasi kepulangan pasien Samsu
ke Sungai Gundul, Desa Seberang Pulau Kijang setelah dirawat dirumah sakit Puri
Husada Tembilahan. Diketahui Samsu mengalami pembengkakan hati," ujar H.
Jalaluddin Husan.
Sementara
itu Inisiator GASEBU, Nahrawi mengatakan Samsu beberapa waktu lalu dirujuk dari
Puskesmas Pulau Kijang ke RSUD Puri Husada Tembilahan, dan setelah beberapa
waktu dirawat dokter menyarankan dirujuk ke Pekanbaru.
"Karena
keterbatasan pembiayaan belum bisa dirujuk dan pihak keluarga pak Samsu meminta
agar pak Samsu dipulangkan dulu. Saat ini GASEBU sedang berusaha dan
memfasilitasi serta mencari solusi agar pasien Samsu bisa dirujuk ke
Pekanbaru," jelasnya.
Lanjutnya,
saat ini kami sedang mempersiapkan kelengkapan administrasi untuk kami mohonkan
bantuan ke Dinsos dan Baznas, karena memang Samsu dari keluarga yang kurang
mampu.
"Kami
juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Seberang Pulau Kijang agar dapat
kiranya membantu warganya yang memerlukan pertolongan ini," jelas Nahrawi.
Di
kesempatan itu inisiator GASEBU tidak lupa ucapan terima kasih dan apresiasi
yang panas-panas yang telah mempercayakan kepada GASEBU untuk menyalurkan
bantuan.
"Tentunya
kita berharap kedepannya lebih banyak saudara-saudara kita yang peduli dengan
sesama dengan menyumbangkan sedikit saja dari harta yang dimiliki untuk
membantu sesama," tukasnya.
Jadi
intinya bukan pada persembahan tapi pada kesadaran dan kepedulian kita untuk
membantu sesama, karena dengan 10.000 perbulan saja yang didonasikan bersama-sama
pasti nominalnya akan banyak pula, dan insyaAllah kelak itu akan menjadi ladang
amal bagi kita semua.
Sumber :
Editor: Fathurrahman / Reporter: Fajar Satria

Assalamu'alaikumwarrahmatullahiwabarakatuh
Ada orang yg menunggu pagi....
Hanya utk dicuci darahnya.
Ada orang yg menunggu pagi...
Hanya utk menebus obatnya.
Ada juga orang di pagi hari...
Menggigil karena semalaman hujan dan tdk
punya tempat berteduh.
Dan ada juga orang yg pagi harinya...
Tidak mendapatkan apapun utk dimakan.
Ada juga orang yg pagi harinya...
Dilanda musibah kebakaran, longsor dan
kematian.
Ketika kita merasakan
penderitaan-penderitaan ini, maka kita akan paham makna dari hadits :
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي
جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ
الدُّنْيَا
*"Barangsiapa yg melewati pagi
harinya dgn perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan
untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia & seisinya.”* H.R.
Ibnu Majah
Subhanalloh ....
Namun kenyataannya ALLOH berfirman,
*"Dan sedikit sekali dari
hamba-hamba-Ku yg bersyukur...(kepada ALLOH ).."* (QS Saba':13)
Begitu seringnya kita bangun pagi dalam
kenyamanan sehingga menganggap segala nikmatNya seolah *hal biasa* dan baru
terasa berharga disaat ALLOH mengambilnya dari kita.
أَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا
نَافِعًا وَ رِزْقًا طَيِّبًا وَ عَمَلاً مُتَقًبَّلاً
*“Ya ALLOH... sesungguhnya aku memohon
kepada-Mu ilmu yg bermanfaat, rizki yg baik & amalan yg (Engkau) terima”*
Ya ALLOH...
Masukkan kami ke dalam golongan yg
*sedikit* itu, yang mampu berfikir bahwa waktu yang berkah adalah *waktu yg
diisi dgn penuh kebaikan*... Aamiin...
*بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ*![]()
![]()
![]()