Gerakan Sosial Sepuluh Ribu

Kami Kumpulkan - Kami Salurkan - Kami Pertanggung Jawabkan

Breaking

Saturday, August 22, 2020

Saturday, August 22, 2020

Hari Keempat Program Baru Gasebu, Total 208 Pakaian Layak Pakai Telah Terkumpul

 


Indragirione.com, - Telah terkumpul sebanyak 208 pakaian layak pakai pada hari keempat, program gebrakan baru Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu).

Ketua Gasebu H. Jalaluddun Husain melalui anggotanya, Darwis menyebutkan tambahan donasi pakaian layak pakai diterima dari M Arsyad yang beralamat di Jalan Utama Pulau Kijang.

"Kemarin juga sudah kami terima dari bapak M Taufan di Lorong Bunga Tanjung yang langsung dijemput oleh anggota. Pakaian tersebut kami bawa ke sekretariat Gasebu untuk dilakukan proses sortir ulang. Total hari keempat ini sudah terkumpul 208 lembar pakaian," ungkap Darwis, Sabtu (22) / 8/20).


Ketua Gasebu, H. Jalaluddin Husain menjelaskan, berdasarkan hasil rapat pengurus bahwa pakaian yang diterima akan di loundry terlebih dahulu, disetrika dan dikemas dalam kantong plastik yang juga berdasarkan jenis pakaian, sesuai arahan dari inisiator Gasebu.

"Jika sudah rapi, artinya pakaian yang akan kami salurankan nantinya betul-betul layak pakai, steril dan langsung dapat dimanfaatkan oleh penerima. Jadi bagi donatur yang ingin berdonasi pakaian layak pakai ini, dapat langsung diantar ke Sekretariat Gasebu di jalan SMP, atau dapat kami jemput kerumah donatur, "kata H. Jalaluddin Husain.

Inisiator Gasebu, Nahrawi yang dihubungi melalui selulernya sangat mengapresiasi program yang dijalankan oleh pengurus Gasebu dalam hal mengatur pakaian layak pakai tersebut.

"Kami berharap akan lebih banyak masyarakat yang berdonasi kedepannya, karena saya sangat percaya, banyak pakaian tersimpan dilemari yang sudah bertahan-tahun tidak pernah dipakai, akan bermanfaat jika disumbangkan kepada saudara kita yang lebih membutuhkan," ujarnya.

Selain itu, Ia berharap jajaran pengurus Gasebu juga turut melakukan gerakan pakaian layak pakai. Beberapa informasi sudah diterima Gasebu dari masyarakat yang akan menyumbangkan pakaian layak pakainya dan saat ini sedang dalam proses belajar.

Semoga semua upaya yang dilakukan oleh Gasebu betul-betul sesuai dengan harapan masyarakat dengan mengedepankan motto Gasebu, Kami Kumpulkan, Kami Salurkan, Kami Pertanggung Jawabkan. Sehingga Gasebu dipercaya oleh masyarakat, "tutup Nahrawi.


Sunber : Fajar Satria

Friday, August 21, 2020

Friday, August 21, 2020

Jum'at Berkah, Gasebu Kembali Saluran Donasi Bagi Keluarga Almarhum Supriyanto


KILASRIAU.com - Di Hari Jum'at yang berkah ini Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) Kecamatan Reteh kembali menyalurkan donasi dari para donatur untuk keluarga yang kurang mampu.

Ketua Gasebu H. Jalaluddin Husain mengatakan bahwa donasi yang di salurkan ini untuk keluarga yang tidak mampu yaitu anggota keluarganya Supriyanto Bin Seren yang mengalami lakalantas di Bukit Tinggi Sumatera Barat saat sedang mengantarkan barang. 

"Dalam peristiwa tersebut Supriyanto mengalami kecelakaan membuatnya meninggal ditempat. Menurut info yang kami terima dari pihak keluarga bahwa sejak 7 bulan yang lalu almarhum merantau untuk bekerja ke Bukit Tinggi untuk membantu ekonomi keluarga. Namun kami sangat terkejut pada Rabu malam Kamis tanggal 19 Agustus 2020 menerima kabar kalau Supriyanto mengalami kecelakaan dan meninggal dunia," ucap Jalaluddin, Jum'at (21/8). 

Selain itu, Inisiator Gasebu Nahrawi mengatakan "berita duka ini kami pertama kali di terima melalui pengurus Gasebu Abdul Muin yang juga merupakan Ketua RT dilingkungan tersebut, dan sore itu Kamis,20 Agustus 2020 bersama-sama dengan pengurus Gasebu lainnya melakukan takziah sesaat jenazah tiba dari bukit tinggi yang dibawa dengan menggunakan ambulanc," kata inisiator Gasebu ini. 

Nahrawi menambahkan menurut info dari ketua RT almarhum sebenarnya warga Desa Pasenggerahan Kecamatan Sungai Batang tapi selama ini tinggal bersama kakaknya dijalan Semangka Pulau Kijang. 

"Tentunya atas nama keluarga besar Gasebu menyampaikan turut berduka cita dan semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dan untuk meringankan beban keluarga kita juga menyalurkan donasi untuk keluarga almarhum. Amiiin," tuturnya. 

Inisiator Gasebu tidak lupa mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada donatur yang telah mempercayakan kepada Gasebu untuk menyalurkan bantuannya. 

"Tentunya kita berharap kedepannya semakin banyak saudara-saudara kita yang peduli dengan sesama dengan menyumbangkan sedikit saja dari harta yang dimiliki untuk membantu sesama, intinya bukan pada jumlahnya tapi pada kesadaran dan kepedulian kita untuk membantu sesama, karena dengan Rp.10.000 perbulan saja yang didonasikan bersama-sama pasti nominalnya akan banyak pula, dan insyaAllah kelak itu akan menjadi ladang amal bagi kita semua," tutupnya. 


Sumber : Suriadi Rahman / Editor : Habibie
Friday, August 21, 2020

SUAMIKU MILIK WANITA LAIN


 *SUAMIKU MILIK WANITA LAIN*

(Merinding bacanya)

Berpuluh kali membaca postingan ini, tidak akan bosan.

Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.

Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah pasti habis bertengkar lagi dengan suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya.

Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.

Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.

Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.

Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh di dalam mobil.

Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.

Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.

Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain.

Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

*"Sarah...,*

*» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah melawan Firman Allah*

*karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*

Kalimat ayah sontak membuat Sarah

kebingungan.

Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

*» "Yang kedua,* *mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.*

*Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.*

*Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.*

Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".

Lanjut ayahnya.

"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.

Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.

Kamu sudah mengenalnya dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.

Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.

*"Sarah...,*

*kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*

*Jika suamimu berkenan padamu,*

*maka Allah pun berkenan.*

*Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*

Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.

Jangan sampai kamu menjadi penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".

*"Suamimu.. dan harta suamimu adalah milik ibunya".*

Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.

Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.

• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.

• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.

• Bekerja untuk keluarga barunya.

• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.

• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya 1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu..

Kenapa ??

Karena rumahnya kecil dan sempit?? Sehingga kamu merajuk kepada

suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.

Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.

Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".

"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana..

Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal di sana?"

*"Uang itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.

Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang.

Karena Sarah banyak membeli pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.

Sarah juga sangat menjaga penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.

Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.

Tukang gorengan yang berhasil :

• Menjadikan suaminya seorang sarjana,.

• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang..

• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.

Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.

*"Sarah...*

*• kembalilah ke rumah suamimu.*

*Ia orang baik nak...*

*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*

*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga*

Ibunda Sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.

Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.

Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Sarah pun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kepada suaminya atas prasangka yang salah selama ini.

Dilain hari, Sarah pun mengikuti suaminya bersilaturahmi kepada ibu kandung suaminya alias mertuanya.

Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yg ditangan istrinya tertenteng 5 liter minyak goreng untuk mertuanya.

Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya tapi karena perubahan istrinya yg senang dan nampak ikhlas hendak datang kepada orang tuanya alias mertua istrinya.

Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.

Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi meminta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya...

Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini,.. sehingga anda pun akan mendapatkan pahala.. 🙏😭😭😭

@sahabat syurga@

💗💗💗💗💗

 

Thursday, August 20, 2020

Thursday, August 20, 2020

Pasien Ini Tidak Dirujuk ke Pekanbaru karena Kurang Biaya, GASEBU Reteh Cari Solusi

 


Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) Kecamatan Reteh kembali salurkan donasi untuk pasien Samsu, Kamis (20/08/2020).

Donasi diserahkan langsung oleh ketua GASEBU Reteh H. Jalaluddin Husain didampingi oleh Abdul Muin dan Inisiator Gasebu Nahrawi.

"Donasi yang kami serahkan hari ini adalah biaya transportasi kepulangan pasien Samsu ke Sungai Gundul, Desa Seberang Pulau Kijang setelah dirawat dirumah sakit Puri Husada Tembilahan. Diketahui Samsu mengalami pembengkakan hati," ujar H. Jalaluddin Husan.

Sementara itu Inisiator GASEBU, Nahrawi mengatakan Samsu beberapa waktu lalu dirujuk dari Puskesmas Pulau Kijang ke RSUD Puri Husada Tembilahan, dan setelah beberapa waktu dirawat dokter menyarankan dirujuk ke Pekanbaru. 

"Karena keterbatasan pembiayaan belum bisa dirujuk dan pihak keluarga pak Samsu meminta agar pak Samsu dipulangkan dulu. Saat ini GASEBU sedang berusaha dan memfasilitasi serta mencari solusi agar pasien Samsu bisa dirujuk ke Pekanbaru," jelasnya.

Lanjutnya, saat ini kami sedang mempersiapkan kelengkapan administrasi untuk kami mohonkan bantuan ke Dinsos dan Baznas, karena memang Samsu dari keluarga yang kurang mampu.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Seberang Pulau Kijang agar dapat kiranya membantu warganya yang memerlukan pertolongan ini," jelas Nahrawi.

Di kesempatan itu inisiator GASEBU tidak lupa ucapan terima kasih dan apresiasi yang panas-panas yang telah mempercayakan kepada GASEBU untuk menyalurkan bantuan.

"Tentunya kita berharap kedepannya lebih banyak saudara-saudara kita yang peduli dengan sesama dengan menyumbangkan sedikit saja dari harta yang dimiliki untuk membantu sesama," tukasnya.

Jadi intinya bukan pada persembahan tapi pada kesadaran dan kepedulian kita untuk membantu sesama, karena dengan 10.000 perbulan saja yang didonasikan bersama-sama pasti nominalnya akan banyak pula, dan insyaAllah kelak itu akan menjadi ladang amal bagi kita semua.

 

Sumber :

Editor: Fathurrahman / Reporter: Fajar Satria


Thursday, August 20, 2020

Do'a Bersama

 Assalamu'alaikumwarrahmatullahiwabarakatuh

Ada orang yg menunggu pagi....

Hanya utk dicuci darahnya.

Ada orang yg menunggu pagi...

Hanya utk menebus obatnya.

Ada juga orang di pagi hari...

Menggigil karena semalaman hujan dan tdk punya tempat berteduh.

Dan ada juga orang yg pagi harinya...

Tidak mendapatkan apapun utk dimakan.

Ada juga orang yg pagi harinya...

Dilanda musibah kebakaran, longsor dan kematian.

Ketika kita merasakan penderitaan-penderitaan ini, maka kita akan paham makna dari hadits :

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

*"Barangsiapa yg melewati pagi harinya dgn perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia & seisinya.”* H.R. Ibnu Majah

Subhanalloh ....

Namun kenyataannya ALLOH berfirman,

*"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yg bersyukur...(kepada ALLOH ).."* (QS Saba':13)

Begitu seringnya kita bangun pagi dalam kenyamanan sehingga menganggap segala nikmatNya seolah *hal biasa* dan baru terasa berharga disaat ALLOH mengambilnya dari kita.

‎أَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَ رِزْقًا طَيِّبًا وَ عَمَلاً مُتَقًبَّلاً

*“Ya ALLOH... sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yg bermanfaat, rizki yg baik & amalan yg (Engkau) terima”*

Ya ALLOH...🤲

Masukkan kami ke dalam golongan yg *sedikit* itu, yang mampu berfikir bahwa waktu yang berkah adalah *waktu yg diisi dgn penuh kebaikan*... Aamiin...

*بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ*🙏🏼🌷💐

 


Wednesday, August 19, 2020

Wednesday, August 19, 2020

Seseorang bilang bahwa “Pelacur di Arab itu memakai cadar dan hijab” Jawaban Buya Hamka ini tak terduga!

 


Seseorang Bilang Bahwa “Pelacur Di Arab Itu Memakai Cadar Dan Hijab” Jawaban Buya Hamka Ini Tak Terduga!

----------------------------------

Lalu HAMKA Menjawab, “Oh Ya? Saya Barusan Dari Los Angeles Dan New York, Masya Allah, Ternyata Disana Tidak Ada Pelacur,” Jawab Buya.. “Ah Mana Mungkin Buya, Di Mekkah Saja Ada Kok. Apalagi Di Amerika, Pasti Banyak Lagi,” Kata Seseorang Tadi... Maka Kata Buya Hamka, “Kita Ini Memang Hanya Akan Dipertemukan Dengan Apa-Apa Yang Kita Cari”

Meskipun Kita Ke Mekkah, Tetapi Jika Yang Diburu Oleh Hati Adalah Hal-Hal Yang Buruk, Maka Syaitan Dari Golongan Jin Dan Manusia Akan Berusaha Membantu Kita Untuk Mendapatkannya...

“Tetapi Sebaliknya, Sejauh Perjalanan Ke New York, Los Angeles, Bila Yang Dicari Adalah Kebajikan Dan Kebaikan, Maka Segala Kejelekan Akan Enggan Dan Bersembunyi” Tutupnya.

Hati Kita Kalo Sudah Busuk, Maka Seringkali Dipertemukan Pada Hal2 Yang Busuk Pula, Walaupun Di Tempat Kebaikan Sekalipun!

Buya Hamka

#Wahaisahabat

Tetaplah Lakukan Kebaikan Dan Kebajikan, Meskipun Tidak Akan Semua Melihat Itu Baik. Biarkan Mereka Dengan Semua Polemik Dan Intriknya Tidak Perlu Meresponnya Cukup Jawab Dengan Tetap Istiqomah Dijalan Kebaikan Dan Kebajikan Itu


Tuesday, August 18, 2020

Tuesday, August 18, 2020

SENANGKAN ORANG LAIN, ALLAH AKAN MEMBUATMU SENANG

 


SENANGKAN ORANG LAIN, ALLAH AKAN MEMBUATMU SENANG.

Jika ingin dibahagiakan Allah, maka bikinlah orang lain bahagia.

Jika ingin ditolong Allah, maka rajinlah menolong sesama.

Rasul tegaskan:

ان الله فى عون العبد ما دام العبد فى عون اخيه

"Sungguh Allah menolong hambaNya, selama Hamba Nya itu menolong sesamanya".

Suatu saat, Allah SWT bertanya kepada Nabi Musa AS:

"Wahai Musa, mana ibadahmu untukKu? "

Nabi Musa AS Menjawab:

"Semua ibadahku adalah untukMu yaa Allah".

Allah SWT menjawab :

"Tidak wahai Musa !, sesungguhnya ibadah ibadahmu itu untukmu sendiri".

Nabi Musa AS pun bertanya:

"Lalu ibadahku apa dan yang mana untukMu yaa Allah? ".

Allah SWT menjawab: "Memasukkan rasa bahagia ke dalam diri orang yang sedang hancur hatinya ".

Nabi Musa AS berkata:

"Yaa Allah, aku sudah melaksanakan ibadah.

Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang ?

Allah SWT : "Wahai Musa!, sholatmu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar.

Dzikir?

Dzikirmu itu membuat hatimu menjadi tenang dan damai.

Puasa ?

Puasamu itu melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu dan agar engkau menjadi orang baik.

Nabi Musa AS : "Lalu ibadah apa yang bisa membuat hati Mu senang yaa Allah ?

Allah SWT :

Sedekah, infaq, dan Zakat mal mu serta akhlaqul karimah mu.

Itulah yang membuat Aku senang.

Karena saat engkau membahagiakan orang yang sedang susah,

Aku hadir bersamanya. Saat engkau memberinya,

Aku akan menggantinya dengan berlipat ganda 100 kali.

Ini ditegaskan Allah SWT di Al-Quran Surah Al-Baqarah 2, ayat 261-262.

Jika hanya sibuk dengan ibadah ritual dan merasa cukup dan bangga akan ini semua, maka ini adalah pertanda engkau hanya mencintai dirimu sendiri, bukan mencintai Allah.

Bila engkau berbuat dan berkorban untuk orang lain serta melunakan hatimu kepada orang lain,

Maka itu tandanya engkau mencintai Allah dan Allah pun menyukainya.

Buatlah Allah senang maka Allah akan limpahkan rahmat-Nya dengan membuat hidupmu lapang dan bahagia. Amin

A.Hamid Husain

Alumni:

- Gontor Ponorogo

- King Abdul Aziz University, Jeddah

- Ummul Qura Unuversity, Makkah

Saudi Arabia.

Alfaatihah

 

Tuesday, August 18, 2020

GASEBU Reteh Terima Donasi 125 Pakaian Layak Pakai dari Donatur

 

Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) Kecamatan Reteh telah menerima donasi pakaian layak pakai dari donatur, Selasa (18/08/2020).

Inisiator GASEBU Nahrawi mengucap syukur karena program yang mengikuti pakaian layak pakai sudah mulai berjalan dan respon masyarakat cukup baik dengan adanya masyarakat yang menyerahkan bantuan pakaian layak pakai.

"Saya berharap kepada pengurus jika memungkinkan pakaian yang sudah disortir terlebih dahulu, kemudian dikemas secara terpisah untuk masing-masing jenis pakaian, misalnya pakaian laki-laki dewasa dipisah kemasannya antara baju dengan celana, demikian juga untuk pakaian perempuan dan anak anak, sehingga dapat memudahkan dalam pendistribusiannya nanti, ”kata Nahrawi.

Ia menambahkan, kedepan akan semakin banyak masyarakat yang mendonasikan pakaian layak pakainya, karena saya yakin dan percaya banyak pakaian kita di lemari yang sekian lama tidak terpakai yang maaf mungkin hanya memenuhi lemari di rumah.

"Mungkin akan sangat bermanfaat bagi saudara kita yang lebih membutuhkan, yang berapapun jumlah yang kita sumbangkan ini Insyaa Allah akan menjadi Ibadah buat kita. Jadi bukan pada instruksi tapi pada kepedulian kita dan asas manfaatnya," sebut Nahrawi.

Ketua GASEBU H Jalaluddin Husain saat dikonfirmasi pakaian layak pakai tersebut mengatakan, untuk saat ini yang sudah diterima akan dikumpulkan terlebih dahulu di sekretariat GASEBU sambil menunggu donasi dari donatur lainnya.

"Karena sudah ada juga dari masyarakat yang melapor akan mendonasikan pakaian layak pakai dan mereka sedang melakukan kegiatan, serta untuk pendistribusian akan langsung kami salurkan kepada masyarakat yang tertimpa musibah seperti kebakaran dan lainnya," jelas H Jalaluddin Husain.

Sementara sekretaris GASEBU Muhammad Rifai mengatakan bahwa donasi pakaian tersebut diterima oleh para donatur baik yang mengantar langsung ke Sekretariat maupun dijemput dari rumah kediaman donatur.

"Pakaian yang kami terima ini langsung disortir dan dihitung, total saat ini jumlah total pakaian tersebut sebanyak 125 lembar dari 3 orang donatur," tutupnya.

Monday, August 17, 2020

Monday, August 17, 2020

Gasebu Sampaikan Duka Cita Atas Meninggal Almarhum Zulkifli

 


KILASRIAU.com - Keluarga Besar Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) turut berduka cita atas berpulangnya kerahmatullah saudara Zulkifli yang lebih dikenal dengan nama Panjol Ketua RT di Lorong Kayu Pulau Kijang tadi malam sekira pukul 23.00 Wib dirumah sakit Puri Husada Tembilahan, Minggu (16 / 08/2020).

Almarhum di dirawat mulai dirawat di Puskesmas Pulau Kijang Rabu Malam Kamis, tanggal 12 Agustus 2020 kemudian dirujuk ke rumah sakit Puri Husada Tembilahan pada Hari Jum'at sore tanggal 14 Agustus 2020 dan wafat pada minggu malam Senin sekitar Pukul 23.00 WIB.

Ketua Gasebu H. Jalaluddin Husain melalui Sekretaris Gasebu Muhammad Rifa'i menyerukan turut berduka cita sedalam-dalamnya dan semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT dan keluarga yang di tinggalkan diberikan ketabahan dan ke ikhlasnya.

"Hari ini kami dari keluarga besar Gasebu melaksanakan ta'ziah kerumah duka di jalan Sederhana sebagai wujud rasa duka kami kepada keluarga sekaligus menyerahkan donasi dari para donatur untuk meringankan beban keluarga," kata Rifa'i

Inisiator Gasebu Nahrawi dalam kesempatan Ta'ziah menyampaikan rasa bela sungkawa dari keluarga besar Gasebu, semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran dan ketabahan.

"Saat akan dirujuk ke Tembilahan saya bersama keluarga besar Gasebu menemui almarhum di rumah sakit Tengku Sulung Pulau Kijang untuk memberikan semangat untuk sembuh dari sakit jantung yang dideritanya sekaligus menyerahkan donasi kepada istri beliau," ucap Inisiator Nahrawi.

"Kondisinya saat itu memang sudah sangat berat untuk bernafas dan sekujur badannya berkeringat. Berita meninggalnya almarhum kita terima tadi malam dari pihak keluarga bahwa almarhum telah wafat," tambahnya

Dikesempatan itu juga inisiator Gasebu tidak lupa ucapan terima kasih dan terapung-panas pada donatur yang telah mempercayakan kepada GASEBU untuk menyalurkan bantuannya.

"Tentunya kita berharap kedepannya lebih banyak saudara-saudara kita yang peduli dengan sesama dengan menyumbangkan sedikit saja dari harta yang dimiliki untuk sesama. Jadi intinya bukan pada pengaturan tapi pada kesadaran dan kepedulian kita untuk membantu sesama, karena dengan 10.000 perbulan saja yang didonasikan bersama -sama pasti nominalnya akan banyak pula, dan insyaAllah kelak itu akan menjadi ladang amal bagi kita semua, "tutupnya.

Hadir dalam kegiatan ta'ziah dan penyaluran.donasi ini di antaranya inisiator gasebu Nahrawi, Sekretaris Gasebu Muhammad Rifa'i, Nawarllis A Rahman dan Abdul Muin.


Sumber: Suriadi Rahman /  Editor: Habibie

 


Saturday, August 15, 2020

Saturday, August 15, 2020

Gasebu Salurkan 2 Donasi Untuk Keluarga Almarhum Muhammad Al Fariz dan Pasien Zulkifli

 


KILASRIAU.com  - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) kembali menyalurkan donasi dari para donatur untuk masyarakat tidak mampu yang berduka dan sakit, Jumat, (14/8/ 20).

Donasi diserahkan langsung oleh jajaran pengurus GASEBU diantaranya Muhammad Rifai, Lina Naya, Nawarllis  A Rahman, Abdul Muin didampingi oleh Inisiator Gasebu Nahrawi.

Sekretaris GASEBU Muhammad Rifai mengatakan bahwa donasi yang kita serahkan ini merupakan amanah dari donatur yang memang diperuntukkan bagi keluarga Almarhum Muhammad Al Fariz yang beralamat di Gang Semangka. Donasi juga diberikan kepada Zulkifli alias Panjol ketua RT di Lorong Kayu Pulau Kijang yang akan dirujuk ketembilahan karena sakit jantung.

"Yang kita salurkan pada hari ini ada dua. Masing masing untuk Keluarga Almarhum Muhammad Al Fariz bin Asmadi bayi yang berumur 1 bulan lebih yang berpulang kerahmatullah dirumah sakit Puri Husada Tembilahan pada tanggal 12 Agustus 2020 kemarin," kata Rifai.

Terkait pasien Zulkifli alias Panjol  inisiator Gasebu Nahrawi mengatakan sakitnya pasien tersebut cukup membuat kaget karena beberapa waktu yang lalu pada saat Gasebu  akan merujuk pasien Samsu yang dirawat di Puskesmas Pulau Kijang ke Puri Husada Tembilahan, dan pada saat itu pasien  masih bersama sama kawan-kawan Gasebu di Puskesmas Pulau Kijang.

"Apa lagi info sakitnya Zulkifli kita terima laporannya melalui pesan masengger dari komunitas emak-emak Gasebu  yang mana pesan tersebut mereka terima dari masyarakat untuk diteruskan kepada Gasebu, ditambah lagi dari info yang saya terima pasien tersebut  tidak terdaftar sebagai pemanfaat BPJS. Jadi begitu laporan kita terima langsung dikoordinasikan oleh pengurus Gasebu untuk kita bantu. Dan Alhamdulillah hari ini donasi sudah kita salurkan saat beliau akan dirujuk ke Tembilahan," terang inisiator Gasebu.

Dikesempatan itu juga inisiator ini tidak lupa  mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada donatur yang telah mempercayakan kepada Gasebu untuk menyalurkan bantuannya.

"Keluarga besar Gasebu patut  bersyukur karena masyarakat sudah mengenal dan mengetahui keberadaan Gasebu terbukti beberapa laporan terkait pasien tidak mampu kita terima infonya dari masyarakat melalui Medsos. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban keluarga," imbuhnya. 

Selain itu inisiator ini juga menambahkan "Tentunya kita berharap kedepannya semakin banyak saudara-saudara kita yang peduli dengan sesama dengan menyumbangkan sedikit saja dari harta yang dimiliki untuk membantu sesama. Jadi intinya bukan pada jumlahnya tapi pada kesadaran dan kepedulian kita untuk membantu sesama, karena dengan 10.000 perbulan saja yang didonasikan bersama-sama pasti nominalnya akan banyak pula, dan in syaa Allah kelak itu akan menjadi ladang amal bagi kita semua," tutupnya.

Sumber : Suriadi Rahman /  Editor : Habibie

 

Translate

Beriklan Sambil Sedekah hanya ada di www.gasebu.com - Pelanggan Makin Ramai Sedekahpun Jalan

Beriklan Sambil Sedekah hanya ada di www.gasebu.com - Pelanggan Makin Ramai Sedekahpun Jalan
Pasang Iklan disini Syaratnya sangat mudah dan bermanfaat, cukup menjadi anggota Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) jadi hanya dikenakan Biaya Rp.10.000/bulan dan akan di Kumpulkan untuk Donasi Kegiatan Sosial untuk Kaum Dhuafa