Gerakan Sosial Sepuluh Ribu

Kami Kumpulkan - Kami Salurkan - Kami Pertanggung Jawabkan

Breaking

Thursday, January 21, 2021

Thursday, January 21, 2021

Alhamdulillah 23 Pasien Tahap 1 dari 42 Pasien Yang Selesai Menjalani Operasi Katarak Di Rumah Sakit Mata Pbec Pekanbaru


Alhamdulillah 23 Pasien Tahap 1 dari 42 Pasien Yang Akan Menjalani Operasi Katarak Di Rumah Sakit Mata Pbec Pekanbaru Telah Selesai Menjalani Pemeriksaan Tahap Awal, Kamis (21012021) Dari Pukul 08.30 Sd 10.00) Dan Selanjutnya Akan Dilaksanakan Operasi Pada Pukul 13.00 Wib. Kegiatan Ini Difasilitasi Oleh Gasebu Kecamatan Reteh Bekerjamasama Dengan Komunitas Pecinta Sedekah Riau Dan Rumkit Mata Pbec Pekanbaru.

Semoga Semua Tahapan Berjalan Lancar Dan Hasil Maksimal.

 





























Anda Dia Dan Saya Adalah Kita Dalam Semangat Kebersamaan

#Gerakansosialsepuluhribu_Gasebu

#Komunitasemmaemma_Gasebu

#Kamikumpulkan

#Kamisalurkan       

#Kamipertanggungjawabkan


Wednesday, January 20, 2021

Wednesday, January 20, 2021

GASEBU dan KE2G Kembali Melaksanakan Pendataan Kaum Dhuafa


Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) Bersama Komunitas Emma Emma Gasebu (KE2G) kembali melaksanakan kegiatan pendataan kaum dhuafa untuk calon penerima Pakaian Layak Pakai Tahap 14 Tahun 2021,Rabu (20012021)

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dan perdana kita laksanakan untuk tahun 2021. Dan pendataan sekaligus penyerahan kupon hari ini dilaksanakan untuk warga di jalan Lapis Daud dengan Jumlah 15 KK dengan 50 Jiwa. Proses pembagian layak pakai akan dilaksanakan pada hari Jum"at (22012021) pukul 14.00 Wib di Sekretariat GASEBU Jalan SMP Pulau Kijang dengan tetap menerapkan protkes dimana semua calon penerima diwajibkan memakai masker.

 


















 Anda Dia Dan Saya Adalah Kita Dalam Semangat Kebersamaan

#Gerakansosialsepuluhribu_Gasebu

#Komunitasemmaemma_Gasebu

#Kamikumpulkan

#Kamisalurkan       

#Kamipertanggungjawabkan

 


Monday, January 18, 2021

Monday, January 18, 2021

Daftar Nama Peserta Pemeriksaan Mata Katarak Yang Direkomendasi Untuk Menjalani Operasi

 


Disampaikan Daftar Nama Peserta Pemeriksaan Mata Katarak Yang Direkomendasi Utk Menjalani Operasi Di Rumah Sakit Mata Pbec Pekanbaru. Pemberangkatan Akan Dilaksanakan Pada Hari Rabu (20012021) Dengan Titik Kumpul Ditembilahan. Transportasi Dr Tembilahan Dan Akomodasi Ditanggung Oleh Tim. Sedangkan Biaya Dr Tempat Masing Masing Ketembilahan Dan Komsumsi Ditanggung Masing Masing Oleh Peserta. Untuk Itu Bagi Peserta Yang Akan Ikut Atau Untuk Info Lebih Lanjut Segera Menghubungi Pengurus Gasebu.

 

Anda Dia Dan Saya Adalah Kita Dalam Semangat Kebersamaan

#Gerakansosialsepuluhribu_Gasebu

#Komunitasemmaemma_Gasebu

#Kamikumpulkan

#Kamisalurkan       

#Kamipertanggungjawabkan

Sunday, January 17, 2021

Sunday, January 17, 2021

Diskusi Dengan Badan Pendiri Gasebu Bapak H Lintar Maros

 


Diskusi Dengan Badan Pendiri Gasebu Bapak H Lintar Maros, Bapak Darwis Dan Inisiator Gasebu Nahrawi Bersama Jajaran Pengurus Gasebu H Jalaluddin Husain Ketua, Muhammad Rifa'i Sekretaris Beserta Anggota Terkait Berbagai Kegiatan Yang Telah Dilakukan Oleh Gasebu Dan Rencana Strategis Untuk Berbagai Peluang Kegiatan Dan Usaha Yang Mungkin Bisa Dilakukan Kedepan.

 


 Anda Dia Dan Saya Adalah Kita Dalam Semangat Kebersamaan

#Gerakansosialsepuluhribu_Gasebu

#Komunitasemmaemma_Gasebu

#Kamikumpulkan

#Kamisalurkan       

#Kamipertanggungjawabkan

Friday, January 15, 2021

Friday, January 15, 2021

Syeh Ali Jaber “Ndak Usah Marah, Belajarlah”

 


 “Kok Foto Sama Perempuan Ini?” Tanya Istri Syeh Ali Jaber Suatu Malam Ketika Membuka Hp Sang Suami Tercinta.

Syeh Ali Jaber Tidak Marah, Tidak Menganggap Istrinya Tak Sopan Telah Berani Membuka-Buka Hp Nya. Bahkan Setelah Mendengarkan Istrinya Marah-Marah, Dengan Tenang Syeh Bertanya, “Sudah Sayang?”

“Udah.” Jawab Istrinya Manja.

“Terus Apa, Maunya Apa?” Tanya Syeh Pada Istrinya.

“Hapus Foto.” Jawab Istrinya Tegas.

“Ya, Kamu Hapus Saja Sendiri.”Kata Syeh Ali Jaber Tetap Dengan Tenang.

“Sudah Hapus, Sudah Tenang? Ada Lagi?”

“Gak Usah Pakai Handphone Lagi!”

“Siap... Matiin Aja Handphone, Buang Aja.” Syeh Ali Jaber Dengan Yakin Mengabulkan Permintaan Istrinya Dan Memilih Untuk Tidak Pegang Handphone Selama Dua Tahun.

Begitu Kurang Lebih Potongan Cerita Syeh Ali Jaber Pada Acara Podcast Di Channel Deddy Corbuzier Beberapa Bulan Lalu.

Lalu Apa Yang Bisa Kita Ambil Pelajaran Dari Kisah Syeh Ali Jaber Ketika Dimarahi Istrinya Karena Ada Foto Jamaah Perempuan Di Handphone-Nya?

Syeh Ali Jaber Mengajarkan Pada Kita Semua Bahwa Setiap Rumah Tangga Pasti Ada Masalah Baik Masalah Besar Maupun Masalah Kecil. Besar Kecilnya Masalah Itu Bukan Terletak Pada Jenis Masalahnya Tapi Pada Cara Bagaimana Menyelesaikan Masalah Itu Dengan Baik.

Seberapapun Besarnya Masalah Jika Cara Penyelesaiannya Tepat Maka Akan Terasa Kecil Dan Cepat Mendapatkan Solusi. Tapi Sebaliknya, Masalah Yang Kecil Bisa Berubah Menjadi Besar Karena Cara Penyelesaiannya Salah, Tidak Fokus Pada Mencari Solusi Tapi Justru Semakin Menambah Masalah.

Bayangkan Jika Syeh Ali Jaber Tersinggung Dengan Istrinya Yang Buka Handphone Beliau, Lalu Marah-Marah Dan Melempar Handphone Itu Ke Wajah Istrinya. Bayangkan Seandainya Beliau Berprinsip Bahwa Istri Harus Menghormati Suaminya, Tidak Boleh Protes Apalagi Dalam Kondisi Suaminya Baru Pulang Dari Bepergian. Atau Bayangkan Jika Syeh Ali Jaber Merasa Istrinya Cemburu Bukan Pada Tempatnya Dan Menganggapnya Istri Yang Posesive Sedangkan Satu Sisi Beliau Adalah Pendakwah Yang Tidak Mungkin Lepas Dari Para ‘Penggemar’ Perempuan.

Tentu Kejadian Di Atas Bisa Menjadi Masalah Yang Besar Jika Sang Suami Bukan Sosok Seperti Syeh Ali Jaber. Seorang Suami Yang Fokus Mencari Solusi Ketika Menemukan Masalah. Seorang Kepala Rumah Tangga Yang Sangat Menyayangi Istrinya Dan Tidak Menganggap Istrinya Sebagai Wanita Lemah Yang Harus Selalu Diam, Menurut Dan Tidak Boleh Protes Sama Sekali. Seorang Imam Yang Lebih Memilih Mengalah Demi Keadaan Yang Lebih Tentram Dibanding Mementingkan Ego-Nya Sebagai Lelaki Kuat Yang Terkenal, Yang Bisa Menghidupi Keluarganya Dengan Baik Dan Yang Sebenarnya Mungkin Bisa Dengan Mudah Mencari Wanita Lain Untuk Dijadikan Istri Kedua, Ketiga Atau Bahkan Keempatnya. Tapi Beliau Memilih Untuk Berdamai Dengan Keadaan Dan Memahami Apa Yang Dirasakan Oleh Istrinya Itu Tak Lain Karena Besarnya Cinta Sang Istri Pada Beliau.

Padahal Di Sisi Lain, Kesaksian Dari Muhammad Agung Izzul Haq Yang Beberapa Kali Membersamai Syeh Ali Jaber Berdakwah Pada Program Damai Indonesiaku, Mengisahkan Bahwa Setiap Kali Para Jamaah Khususnya Jamaah Perempuan Teriak-Teriak Memanggil Nama Syeh Ali Jaber, Beliau Dengan Tenang Tetap Meresponnya Dengan Ramah Tapi Tidak Pernah Lupa Memberi Isyarat Dengan Tangan Agar Jamaah Perempuan Tetap Menjaga Jarak.

“Agar Tidak Menimbulkan Fitnah.” Katanya Menirukan Kalimat Dari Sang Ustadz.

Belum Lagi Kisah Lainnya Ketika Syeh Ali Jaber Dikatain Anjing Oleh Seseorang Yang Tidak Sengaja Terdorong Dalam Kondisi Berdesakan Lalu Dengan Santainya Beliau Berlagak Seolah Mencari-Cari Anjing Di Sekitarnya Sambil Bertanya, “Mana Anjingnya?”

Dan Orang Yang Ngatain Beliau Anjing Pun Tertawa Melihatnya, Lalu Sampai Akhirnya Mereka Menjadi Sahabat Yang Sangat Akrab.

Kisah Lain Yang Tak Kalah Kerennya Adalah Saat Ada Seseorang Yang Tiba-Tiba Memaki-Maki Syeh Ali Jaber Sehingga Membuat Orang Di Sekitarnya Emosi Dan Ingin Mengambil Tindakan Tapi Dilarang Oleh Syeh Ali Jaber Sambil Berkata, “Dia Belum Selesai Bicara.”

Lalu Setelah Orangnya Selesai Memaki, Bukannya Membalasnya Tapi Beliau Bertanya, “Sudah Selesai?”

“Sudah!” Jawab Orang Yang Puas Memaki Syeh Ali Jaber.

”Terima Kasih, Assalamualaikum...” Kata Syeh Ali Jaber Lalu Pergi Meninggalkannya.

Tak Hanya Itu, Kita Juga Masih Ingat Betul Kejadian Ketika Syeh Ali Jaber Ditusuk Orang Yang Tak Dikenal Saat Berdakwah. Lalu Beliau Justru Menahan Amarah Massa Yang Ingin Menghakimi Pelaku. Beliau Dengan Mudah Memaafkan Dan Bahkan Mendoakan Pelaku. Di Beberapa Kesempatan Beliau Selalu Mengatakan Prinsip Hidupnya Sangat Sederhana, “Jika Ada Orang Salah Sama Saya, Maka Saya Memohon Agar Allah Mengampuninya, Jika Saya Punya Salah Sama Orang Lain Maka Saya Mohon Pada Allah Agar Memaafkan Saya.”

Sungguh Tak Ada Habisnya Jika Ingin Mengenang Kemuliaan Akhlak Beliau. Semoga Allah Siapkan Syurga Firdaus Untuk Beliau Dan Keluarga Yang Ditinggalkan Allah Beri Kesabaran Dan Kesehatan, Aamiin.

Tak Perlu Kita Menangis Berlebihan Atas Kepergian Beliau, Syeh Ali Jaber, Karena Insya Allah Tempat Yang Indah Sudah Menanti Beliau. Tapi Kita Patut Menangis Lebih Lama Lagi  Karena Wafatnya Syeh Ali Jaber Mengingatkan Kita Pada Sebuah Hadits :

“Sesungguhnya Allah Ta’ala Tidak Mengangkat Ilmu Dengan Sekali Cabutan Dari Para Hamba-Nya, Akan Tetapi Allah Mengangkat Ilmu Dengan Mewafatkan Para Ulama. Ketika Tidak Tersisa Lagi Seorang Ulama Pun, Manusia Merujuk Kepada Orang-Orang Bodoh. Mereka Bertanya, Maka Mereka (Orang-Orang Bodoh) Itu Berfatwa Tanpa Ilmu. Mereka Sesat Dan Menyesatkan.” (HR. Bukhari)

Penulis : Rinda Asmara

 

Anda Dia Dan Saya Adalah Kita Dalam Semangat Kebersamaan

#Gerakansosialsepuluhribu_Gasebu

#Komunitasemmaemma_Gasebu

#Kamikumpulkan

#Kamisalurkan       

#Kamipertanggungjawabkan

 

 

 


Friday, January 15, 2021

Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Berduka

 


Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rooji'un

Kabupaten Mamuju adalah sebuah Kabupaten dan merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat Berduka Disaat Tertidur Pulas Diperkirakan Banyak Korban Jiwa Tertimbun Reruntuhan Semoga Allah Swt Berikan Kesabaran Dan Ketabahan.

 










Anda Dia Dan Saya Adalah Kita Dalam Semangat Kebersamaan

#Gerakansosialsepuluhribu_Gasebu

#Komunitasemmaemma_Gasebu

#Kamikumpulkan

#Kamisalurkan       

#Kamipertanggungjawabkan

Translate

Beriklan Sambil Sedekah hanya ada di www.gasebu.com - Pelanggan Makin Ramai Sedekahpun Jalan

Beriklan Sambil Sedekah hanya ada di www.gasebu.com - Pelanggan Makin Ramai Sedekahpun Jalan
Pasang Iklan disini Syaratnya sangat mudah dan bermanfaat, cukup menjadi anggota Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) jadi hanya dikenakan Biaya Rp.10.000/bulan dan akan di Kumpulkan untuk Donasi Kegiatan Sosial untuk Kaum Dhuafa