GASEBU Kembali Salurkan Pakaian Layak Pakai
Jazakallah kepada para donatur semoga
menjadi ladang amal.
ANDA DIA dan SAYA adalah KITA dalam
SEMANGAT KEBERSAMAAN
Jazakallah kepada para donatur semoga
menjadi ladang amal.
ANDA DIA dan SAYA adalah KITA dalam
SEMANGAT KEBERSAMAAN
Pelajarannya setiap hari dan prakteknya
seumur hidup.
Semoga Allah memberi kita banyak
kemudahan untuk menguasai salah satu ilmu tersulit dalam kehidupan ini yaitu
Keihklasan..
Karena ikhlas hanya akan terasa di lubuk
hati seseorang yang berjaya memahaminya..
With love
Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) kembali salurkan donasi, kali ini berupa Al-Qur'an dari hamba Allah untuk beberapa kelompok rumah tahfiz dan pengajian di Pulau Kijang, pada Minggu (30/8/20).
Beberapa rumah tahfiz dan pengajian tersebut di antaranya,
Ketua Gasebu, H. Jalaluddin Husain merbuat, Al Qur'an diterima dari seorang hamba Allah pada hari Jumat (28/8) malam lalu, direncanakan 49 eksemplar.
Berdasarkan hasil rapat pengurus, Al-Qur'an tersebut disalurkan kepada 5 kelompok pengajian yang ada di kelurahan Pulau Kijang. 4 kelompok pengajian mendapatkan 10 eksemplar, dan 9 eksemplarnya lagi untuk 1 kelompok, ”jelas H. Jalaluddin Husain.
"Memang anak-anak mengaji disini ada 2 kelompok yakni seni baca Al-Qur'an dan hafidz Qur'an yang disediakan ada 80 anak, jadi kami benar-benar sangat membutuhkan Al-Qur'an. Semoga bantuan ini berkah dan menjadi amal jariyah bagi donatur , "harapnya.
Inisiator Gasebu, Nahrawi yang juga ikut mendampingi pengurus dalam penyaluran donasi Al-qur'an tersebut sangat mengapresiasi inisiatif dari donatur yang telah mendonasikan Al-Qur'an untuk masyarakat Pulau Kijang.
"Kami sangat bangga dan mengapresiasi donatur Al-Qur'an ini, meskipun bantuan masih sangat jauh dari kebutuhan kelompok pengajian yang ada, karena dari 5 kelompok penerima yang disalurkan Al-Qur'an tersebut jumlah muridnya sekitar 215 otang yang aktif," kata Nahrawi.

Diduga karena kondisi pandemi Covid-19 sebagian orang tua lebih memilih mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anaknya dirumah.
Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk masa depan menciptakan kita dan saya rasa kegiatan ini sejalan dengan ceramah tabliq akbar yang disampaikan oleh Syekh Muhammad Ali Jaber beberapa waktu yang lalu di Masjid besar Jami Pulau Kijang yang pahalanya sangat luar biasa bagi yang mewakafkan Al -Qur'an, "ungkapnya.
Ia juga berharap donasi Al-Qur'an yang telah disalurkan oleh Gasebu dari hamba Allah dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk turut mendonasikan Al-Qur'an.
Meskipun donasi yang disalurkan diluar perkiraan kami, karena memang tidak masuk dalam agenda kegiatan Gasebu saat ini, tapi karena kepercayaan dari donatur yang ingin mengalirkannya kepada Gasebu, tentu dengan senang hati kami menyalurkannya kepada kelompok pengajian yang ada, karena tanggungjawab dan amanah, "tutur Nahrawi.
Hadir dalam penyaluran donasi Al-Qur'an tersebut, inisiator Gasebu Nahrawi, Sekretaris Muhammad Rifai, anggota Gasebu Erlina, Nawarlis, Darwis, Abdul Muin dan Arsyad.
Sumber : Fajar Satria
Keluarga besar Gerakan
Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) menyalurkan donasi Alqur'an dari Hamba Allah
sebanyak 49 eksemplar kepada 5 kelompok pengajian. Semoga donatur diberikan
keberkahan dalam hidupnya dan menjadi amal jariyah serta menjadi inspirasi bagi
kita. Minggu, (30/08/2020)
ANDA DIA dan SAYA adalah KITA dalam
SEMANGAT KEBERSAMAAN
Suatu hari Rasulullah Saw. datang ke rumah puterinya, Fatimah Az-Zahra dan setelah berbincang, menyampaikan sepuluh wasiat padanya.
Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) melaksanakan penyaluran donasi pakaian layak pakai. Penyaluran pakaian tahap awal ini dilaksanakan di sekretariat Gasebu Jalan SMP Pulau Kijang.
Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain mengatakan bahwa kegiatan hari ini memang sudah direncanakan sejak beberapa hari yang lalu dilakukan rapat, dengan melakukan pendataan terhadap kaum dhuafa yang ada di lingkungan sekretariat sambil mencari format yang pas untuk mendistribusiannya agar pakaian ini benar benar guna, tepat pakai dan tepat sasarannya.
"Jadi pola yang kami lakukan adalah dengan mendata jumlah KK, jumlah jiwa dalam KK dan menyerahkan kupon donasi pakaian kepada kaum dhuafa untuk selanjutnya pakaian tersebut mereka pilih sendiri sesuai selera dan kebutuhannya, selanjutnya kami data dan kami serah terimakan," jelasnya, Sabtu (29) / 8/2020).
Pemrakarsa Gasebu Nahrawi dalam krisisnya dihadapan pengurus dan calon penerima mengatakan bahwa Gasebu ini lahir dari sebuah kesadaran dan kepedulian kita terhadap sesama.
"Karenanya ini adalah kerja ikhlas tanpa pamrih untuk para pengurus. Alhamdulillah buah dari kesadaran, kepedulian dan keikhlasan pengurus dalam kerentanan waktu kurang dari 2 bulan sudah terlihat dengan dukungan dari para donatur. Dan hari ini jumat berkah kita melaksanakan penyaluran tahap awal pakaian layak pakai kepada Bapak Ibu yang sudah melakukan proses pemilihan pakaian yang akan diambil, "
Dikatakannya, memang pakaian tersebut adalah pakaian bekas tapi masih sangat layak untuk kita pergunakan bahkan ada pakaian yang ditemukan masih baru karena merknya masih terikat.
"Semoga pakaian ini bermanfaat bagi Bapak ibu sekeluarga mohon doakan para donatur agar dimurahkan rizkinya sehingga bisa terus menebar kemanfaatan dengan hartanya dan mohon juga doakan para pengurus GASEBU agar diberikan kesehatan dan keistiqomahan untuk terus dapat mendukung kemaslahatan ummat," harap Nahrawi.
Tahap awal ini Gasebu menyalurkan pakaian layak pakai kepada 15 KK, 47 jiwa dan 108 lembar pakaian dalam berbagai jenis, bentuk dan ukuran. Dan untuk penyaluran tahap ke dua direncanakan akan kembali dilaksanakan pada Jumat depan.
Sumber : Fajar Satria
KILASRIAU.com -
Tahap awal Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) telah melaksanakan penyaluran
donasi pakaian layak kepada para kaum dhuafa, Sabtu (29/8)
Penyaluran Pakaian Layak Guna tersebut dilaksanakan di seketaris
Jalan Gasebu SMP Pulau Kijang, Kecamatan Reteh pada hari Jum'at 28 Agustus
2020.
Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain mengatakan bahwa kegiatan hari
ini memang sudah direncanakan sejak beberapa hari yang lalu setelah melakukan
rapat dengan melakukan pendataan terhadap kaum dhuafa yang ada di lingkungan
sekretariat sambil mencari format yang pas untuk menerapkannya agar pakaian ini
benar benar guna guna, tepat pakai dan tepat sasarannya.
"Jadi, pola yang kita lakukan
adalah dengan mendata jumlah KK, jumlah jiwa dalam KK dan menyerahkan kupon
donasi pakaian kepada kaum dhuafa untuk selanjutnya pakaian tersebut mereka
pilih sendiri sesuai selera dan kebutuhannya. Selanjutnya kita data dan kita
serah terimakan," ucapnya.
Selain itu juga, Inisiator Gasebu
Nahrawi dalam dihadapan pengurus dihadapannya dan calon penerima yang
mengatakan bahwa Gasebu ini lahir dari sebuah kesadaran dan kepedulian terhadap
sesama. Karena ini adalah kerja ikhlas tanpa pamrih untuk para pengurus.
"Alhamdulillah, buah dari kesadaran
kepedulian dan keikhlasan pengurus dalam kerentanan waktu kurang dari 2 bulan
sudah terlihat dengan dukungan dari para donatur. Dan hari ini Jum'at berkah
kita melaksanakan penyaluran tahap awal pakaian layak pakai kepada Bapak / Ibu
yang sudah melakukan proses pemilihan pakaian yang akan diambil. Memang Bapak
pakaian ini adalah pakaian bekas tapi masih sangat layak untuk kita pergunakan
bahkan ada yang kita temukan masih baru karena merk-nya masih menggantung,
"jelas inisiator Gasebu.
Lebih lanjut, inisiator Gasebu
menuturkan bahwa penyaluran tahap awal ini Gasebu mengalirkan pakaian layak
guna kepada 15 KK, 47 jiwa dan 108 lembar pakaian dalam berbagai jenis, bentuk
dan ukuran. Dan untuk penyaluran tahap ke dua akan kembali direncanakan
akan dilaksanakan pada hari Jum'at depan.
"Semoga pakaian ini bermanfaat bagi
Bapak ibu sekeluarga mohon doakan para donatur agar dimurahkan rizkinya
sehingga bisa terus menebar kemanfaatan dengan hartanya dan mohon juga doakan
para pengurus Gasebu agar diberikan kesehatan dan ke istiqomahan untuk terus
dapat anjing untuk kemaslahatan ummat," tutupnya.
Sumber: Suriadi
Rahman / Editor: Habibie
"Informasi berpulangnya kerahmatullah Mappasissi kita
terima dari putri almarhum Ondeng tadi malam (Kamis malam Jumat, 27 Agustus
2020 sekitar pukul 21.45 wib," kata Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain
Dikatakan Jalaluddin bahwa sebelum meninggal almarhum sempat
dirawat di Puskesmas Pulau Kijang selama 3 hari karena struk dan dokter
menyarankan agar di rujuk. Tetapi karena melihat kondisi almarhum sudah
kritis dan juga terkendala pembiayaan karena tidak memiliki BPJS, pihak
keluarga yang memutuskan untuk dibawa pulang kerumah pada hari kamis sekitar
pukul 11.30 Wib.
Segenap Keluarga Besar Gerakan Sosial
Sepuluh Ribu (GASEBU) dalam takziah menyampaikan turut berduka cita atas
berpulangnya kerahmatullah semoga husnul khatimah dan semoga keluarga bisa
tabah, sabar dan mengikhlaskan kepergian almarhum.
"Kami dari Gasebu berusaha membantu
pihak keluarga sejak di rawat sampai proses pemakaman Almarhum dan juga
memberikan donasi dari para donatur untuk meringankan beban keluarga,"
ucapnya.
Selanjutnya, Inisiator Gasebu Nahrawi
menyampaikan pesan terimakasih kepada Kepala Puskesmas Pulau Kijang yang telah
berkenan membantu memberikan kompensasi keringanan pembiayaan selama 3 hari
almarhum dirawat dan juga kepada Lurah Metro Aras yang juga memberikan respon
cepat warganya yang sakit dan serta berkenan hadir berta'ziah dirumah duka
beserta jajaran staf lurah metro.
"Semoga sinergisitas penggiat
sosial dengan pemerintah setempat dapat terus kita tingkatkan karena ini
tanggung jawab kita bersama," tutupnya.
Sumber: Suriadi
Rahman / Editor: Habibie
Bersama Keluarga Besar Gerakan Sosial
Sepuluh Ribu (GASEBU) menyalurkan donasi pakaian layak pakai kepada 15 KK, 47
Jiwa, 108 lembar pakaian kepada kaum dhuafa untuk tahap awal dilingkungan
sekretariat Gasebu Jalan SMP Pulau Kijang. Terima kasih kepada para donatur. In
syaa Allah menjadi ladang amal.
ANDA, DIA dan SAYA adalah KITA dalam
SEMANGAT KEBERSAMAAN.
Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) kembali mengalirkan donasi untuk pasien Mappasissi warga kelurahan Metro Kecamatan Reteh, Kamis (27/8/20).
Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain mengatakan bahwa informasi terkait pasien yang kurang mampu diterima dari inisiator Gasebu Nahrawi.
"Selasa pagi, anak dari pasien tersebut datang kerumah inisiator Gasebu untuk menyampaikan orang tua yang dirawat dipuskesmas karena struk dan tidak memiliki BPJS serta meminta maaf pertolongan Gasebu untuk difasilitasi dibuatkan SKTM," ujarnya.
Begitu informasi diterima, keluarga besar Gasebu langsung menuju Puskesmas untuk menjenguk pasien dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tindakan pasien dan tindakan penanganannya.
Hadir dalam penyerahan Ketua Donasi Gasebu H. Jalaluddin Husain, Muhammad Rifai, Nawarlis A Rahman, Darwis dan Abdul Muin.
Inisiator Gasebu Nahrawi yang dihubungi melalui selulernya menyatakan bahwa benar keluarga pasien datang kerumah untuk dibantu, karena pasien tidak memiliki BPJS dan termasuk keluarga yang kurang mampu.
"Kami koordinasikan dengan Lurah Metro terkait warganya yang sakit untuk kiranya dapat dibantu. Alhamdulillah langsung direspon oleh pak Aras selaku Lurah metro dan pak Mustakim selaku kepala Pustu untuk kiranya dapat diberikan keringanan dalam pembiayaan," jelas Nahrawi.
Keluarga Besar Gasebu dalam penyerahan donasi tersebut yang diwakili oleh Nawarlis dan diterima oleh anak pasien menyampaikan agar bersabar dan semoga orang tua yang sakit segera diberikan kesembuhan.
Di kesempatan itu juga inisiator Gasebu tidak lupa ucapan terima kasih dan apresiasi yang panas pada donatur yang telah mempercayakan kepada GASEBU untuk menyalurkan bantuannya.
"Tentunya kita berharap kedepannya lebih banyak saudara-saudara kita yang peduli dengan sesama dengan menyumbangkan sedikit saja dari harta yang dimiliki untuk membantu sesama," tukasnya.
NIK PASIEN SUDAH TERDAFTAR DI BPJS KESEHATAN, NAMUN ATAS NAMA ORANG LAIN
Terkait BPJS kesehatan, Gasebu berkoordinasi dengan pihak BPJS untuk dibantu apakah pasien terdaftar dalam pemanfaat BPJS sesuai NIK pasien. Tapi setelah dilakukan pengecekan ternyata NIK pasien tercatat atas nama orang lain yang berjenis kelamin perempuan.
"Untuk mengamankan kepemilikan NIK tersebut kami juga langsung berkoordinasi dengan DISDUKCAPIL Inhil untuk mengetahui kepemilikan NIK tersebut dan ternyata benar bahwa NIK tersebut kepemilikannya atas nama pasien, namun karena namanya berbeda sehingga pihak BPJS mengatakan pasien tidak terdaftar karena bukan nama," tutur Nahrawi.
Tentunya ini juga sedikit pengecualian Gasebu karena NIK yang terdaftar atas nama orang lain, beda jenis kelamin pula.
Sumber : Fajar Satria
Indragirione.com, - Gerakan
Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) perdana mulai menyalurkan pakaian layak pakai bagi
kaum dhuafa, pada Rabu (26/8/20).
Ketua Gasebu, H. Jalaluddin Husain mengungkapkan penyaluran
perdana kita laksanakan di sekretariat Jalan Gasebu SMP Pulau Kijang.
"Untuk penyaluran selanjutnya sudah kami rencanakan Dalam
syaa Allah akan disalurkan kepada kaum dhuafa pada hari Jumat (28/08/20) nanti
dan untuk keluarga dhuafa calon penerima sebagian namanya sudah kami infentaris
dan sebagian sedang di data," ujar H Jalaluddin Husain.
Sampai saat ini Gasebu sudah menerima 405 lembar pakaian layak pakai yang jenis dan ukurannya bervariasi, pakaian yang diterima ini sudah dilakukan proses sortir dan proses pencucian.
"Alhamdulillah hari ini juga kami kembali menerima donasi
pakaian layak pakai sebanyak 5 pak dari Ibu Hj Dahlia, dijalan SMP Pulau Kijang
yang diterima dan dijemput oleh anggota Gasebu, Abdul Muin dan juga 2 karung
dari warga jalan utama yang di koordinir oleh anggota lainnya, pak Arsyad yang
diantar langsung ke sekretariat Gasebu, ”ungkapnya.
Inisiator Gasebu Nahrawi
yang dihubungi melalui selulernya sangat mengapresiasi program kerja dari
pengurus gasebu.
"Jadi memang pakaian ini akan segera di distribusikan
kepada kaum dhuafa dan juga kepada saudara kita yang mengalami musibah
kebakaran. Semoga kinerja yang dilakukan pengurus ini dapat terus ditingkatkan
dan yang paling penting adalah menjaga amanah dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada Gasebu," tutur Nahrawi
Ia juga kasih sayang kepada para donatur yang telah
mempercayakan donasinya. Semoga kedepan akan semakin banyak donatur yang
berkenan untuk berdonasi melaui Gasebu.
"Harapan saya mohon doakan para penggiat sosial yang
tergabung di Gasebu khususnya, senantiasa yang diberikan kesehatan dan tetap
istiqomah untuk mengalirkan donasi dari para donatur. Dalam syaa Allah akan
menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua," tutupnya.