Gerakan Sosial Sepuluh Ribu

Kami Kumpulkan - Kami Salurkan - Kami Pertanggung Jawabkan

Breaking

Sunday, August 30, 2020

Sunday, August 30, 2020

Luar Biasa, Gasebu Salurkan Donasi Al-Qur'an 49 Eksemplar dari Hamba Allah

Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) kembali salurkan donasi, kali ini berupa Al-Qur'an dari hamba Allah untuk beberapa kelompok rumah tahfiz dan pengajian di Pulau Kijang, pada Minggu (30/8/20).

Beberapa rumah tahfiz dan pengajian tersebut di antaranya,  

- TPSQ dan Rumah Tahfidz Az-Ziziyyah, pimpinan bapak Ramli Usman jalan Indragiri.
- Pengajian Ibu Madina Jalan Pasar Boom Tepi Laut.
- Pengajian Ibu Salda Jalan Persatuan. 
- Pengajian Bapak Ali Akbar Jalan Kelapa Gading.
- Pengajian Ar Rahman Jalan Belibis.

Ketua Gasebu, H. Jalaluddin Husain merbuat, Al Qur'an diterima dari seorang hamba Allah pada hari Jumat (28/8) malam lalu, direncanakan 49 eksemplar.

Berdasarkan hasil rapat pengurus, Al-Qur'an tersebut disalurkan kepada 5 kelompok pengajian yang ada di kelurahan Pulau Kijang. 4 kelompok pengajian mendapatkan 10 eksemplar, dan 9 eksemplarnya lagi untuk 1 kelompok, ”jelas H. Jalaluddin Husain.


Sementara Ramli Usman, salah satu penerima Al-Qur'an mengucap bersyukur dan terima kasih atas donasi Al-Qur'an dari hamba Allah melalui Gasebu.

"Memang anak-anak mengaji disini ada 2 kelompok yakni seni baca Al-Qur'an dan hafidz Qur'an yang disediakan ada 80 anak, jadi kami benar-benar sangat membutuhkan Al-Qur'an. Semoga bantuan ini berkah dan menjadi amal jariyah bagi donatur , "harapnya.

Inisiator Gasebu, Nahrawi yang juga ikut mendampingi pengurus dalam penyaluran donasi Al-qur'an tersebut sangat mengapresiasi inisiatif dari donatur yang telah mendonasikan Al-Qur'an untuk masyarakat Pulau Kijang.

"Kami sangat bangga dan mengapresiasi donatur Al-Qur'an ini, meskipun bantuan masih sangat jauh dari kebutuhan kelompok pengajian yang ada, karena dari 5 kelompok penerima yang disalurkan Al-Qur'an tersebut jumlah muridnya sekitar 215 otang yang aktif," kata Nahrawi.

Diduga karena kondisi pandemi Covid-19 sebagian orang tua lebih memilih mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anaknya dirumah.

Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk masa depan menciptakan kita dan saya rasa kegiatan ini sejalan dengan ceramah tabliq akbar yang disampaikan oleh Syekh Muhammad Ali Jaber beberapa waktu yang lalu di Masjid besar Jami Pulau Kijang yang pahalanya sangat luar biasa bagi yang mewakafkan Al -Qur'an, "ungkapnya.

Ia juga berharap donasi Al-Qur'an yang telah disalurkan oleh Gasebu dari hamba Allah dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk turut mendonasikan Al-Qur'an.

Meskipun donasi yang disalurkan diluar perkiraan kami, karena memang tidak masuk dalam agenda kegiatan Gasebu saat ini, tapi karena kepercayaan dari donatur yang ingin mengalirkannya kepada Gasebu, tentu dengan senang hati kami menyalurkannya kepada kelompok pengajian yang ada, karena tanggungjawab dan amanah, "tutur Nahrawi.

Hadir dalam penyaluran donasi Al-Qur'an tersebut, inisiator Gasebu Nahrawi, Sekretaris Muhammad Rifai, anggota Gasebu Erlina, Nawarlis, Darwis, Abdul Muin dan Arsyad.


Sumber : Fajar Satria

Sunday, August 30, 2020

GASEBU Salurkan Bantuan Al-Qur'an dari Donasi ke 5 Kelompok Pengajian

 



Keluarga besar Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) menyalurkan donasi Alqur'an dari Hamba Allah sebanyak 49 eksemplar kepada 5 kelompok pengajian. Semoga donatur diberikan keberkahan dalam hidupnya dan menjadi amal jariyah serta menjadi inspirasi bagi kita. Minggu, (30/08/2020)

 

ANDA DIA dan SAYA adalah KITA dalam SEMANGAT KEBERSAMAAN


#KamiKumpulkan

#KamiSalurkan

#KamiPertanggungJawabkan

 


Sunday, August 30, 2020

10 WASIAT UNTUK FATIMAH AZ ZAHRA


Suatu hari Rasulullah Saw. datang ke rumah puterinya, Fatimah Az-Zahra dan setelah berbincang, menyampaikan sepuluh wasiat padanya.

1. Wahai Fatimah, wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajatnya.
2. Wahai Fatimah, wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.
3. Wahai Fatimah, tiadalah seseorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, melainkan Allah menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
4. Wahai Fatimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah menahannya dari meminum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Wahai Fatimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridaan suami terhadap istri. Andaikan suamimu tidak rida kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, murka suami adalah murka Allah juga.
6. Wahai Fatimah, apabila wanita mengandung anak di perutnya, maka malaikat memohonkan ampun baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Jika meninggal, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, di dalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Wahai Fatimah, tiadalah wanita yang berkhidmat pada suami sehari semalam dengan rasa senang dan ikhlas serta niat yang benar, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya dan memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah memberikannya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.
8. Wahai Fatimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suaminya, melainkan Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Wahai Fatimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, melainkan malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu untuk menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Wahai Fatimah, tiadalah wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kukunya, melainkan Allah akan memberi minuman dari arak yang dilak (kemas indah), yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Dan Allah mempermudah sakaratul maut baginya, serta dia menjumpai kuburnya berupa taman dari pertamanan surga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim.
Tentu saja, wasiat tersebut juga berlaku bagi para Muslimah agar menjadi pengingat terbaik untuk senantiasa bergembira menjalani beratnya tanggungjawab sebagai seorang wanita, khususnya istri, yang wajib berkhidmat pada suami.(*)


Sumber: Syarah Uqudullijain

Saturday, August 29, 2020

Saturday, August 29, 2020

Gerakan Gasebu, Penerima Donasi Pakaian Boleh Pilih Sendiri Sesuai Selera


Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) melaksanakan penyaluran donasi pakaian layak pakai. Penyaluran pakaian tahap awal ini dilaksanakan di sekretariat Gasebu Jalan SMP Pulau Kijang.

Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain mengatakan bahwa kegiatan hari ini memang sudah direncanakan sejak beberapa hari yang lalu dilakukan rapat, dengan melakukan pendataan terhadap kaum dhuafa yang ada di lingkungan sekretariat sambil mencari format yang pas untuk mendistribusiannya agar pakaian ini benar benar guna, tepat pakai dan tepat sasarannya.

"Jadi pola yang kami lakukan adalah dengan mendata jumlah KK, jumlah jiwa dalam KK dan menyerahkan kupon donasi pakaian kepada kaum dhuafa untuk selanjutnya pakaian tersebut mereka pilih sendiri sesuai selera dan kebutuhannya, selanjutnya kami data dan kami serah terimakan," jelasnya, Sabtu (29) / 8/2020).

Pemrakarsa Gasebu Nahrawi dalam krisisnya dihadapan pengurus dan calon penerima mengatakan bahwa Gasebu ini lahir dari sebuah kesadaran dan kepedulian kita terhadap sesama.

"Karenanya ini adalah kerja ikhlas tanpa pamrih untuk para pengurus. Alhamdulillah buah dari kesadaran, kepedulian dan keikhlasan pengurus dalam kerentanan waktu kurang dari 2 bulan sudah terlihat dengan dukungan dari para donatur. Dan hari ini jumat berkah kita melaksanakan penyaluran tahap awal pakaian layak pakai kepada Bapak Ibu yang sudah melakukan proses pemilihan pakaian yang akan diambil, "

Dikatakannya, memang pakaian tersebut adalah pakaian bekas tapi masih sangat layak untuk kita pergunakan bahkan ada pakaian yang ditemukan masih baru karena merknya masih terikat.

"Semoga pakaian ini bermanfaat bagi Bapak ibu sekeluarga mohon doakan para donatur agar dimurahkan rizkinya sehingga bisa terus menebar kemanfaatan dengan hartanya dan mohon juga doakan para pengurus GASEBU agar diberikan kesehatan dan keistiqomahan untuk terus dapat mendukung kemaslahatan ummat," harap Nahrawi.

Tahap awal ini Gasebu menyalurkan pakaian layak pakai kepada 15 KK, 47 jiwa dan 108 lembar pakaian dalam berbagai jenis, bentuk dan ukuran. Dan untuk penyaluran tahap ke dua direncanakan akan kembali dilaksanakan pada Jumat depan.


Sumber : Fajar Satria

Saturday, August 29, 2020

Tahap Awal, Gasebu Salurkan Pakaian Layak Guna Kepada Kaum Dhuafa

 


KILASRIAU.com - Tahap awal Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) telah melaksanakan penyaluran donasi pakaian layak kepada para kaum dhuafa, Sabtu (29/8)

Penyaluran Pakaian Layak Guna tersebut dilaksanakan di seketaris Jalan Gasebu SMP Pulau Kijang, Kecamatan Reteh pada hari Jum'at 28 Agustus 2020.

Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain mengatakan bahwa kegiatan hari ini memang sudah direncanakan sejak beberapa hari yang lalu setelah melakukan rapat dengan melakukan pendataan terhadap kaum dhuafa yang ada di lingkungan sekretariat sambil mencari format yang pas untuk menerapkannya agar pakaian ini benar benar guna guna, tepat pakai dan tepat sasarannya.

"Jadi, pola yang kita lakukan adalah dengan mendata jumlah KK, jumlah jiwa dalam KK dan menyerahkan kupon donasi pakaian kepada kaum dhuafa untuk selanjutnya pakaian tersebut mereka pilih sendiri sesuai selera dan kebutuhannya. Selanjutnya kita data dan kita serah terimakan," ucapnya.

Selain itu juga, Inisiator Gasebu Nahrawi dalam dihadapan pengurus dihadapannya dan calon penerima yang mengatakan bahwa Gasebu ini lahir dari sebuah kesadaran dan kepedulian terhadap sesama. Karena ini adalah kerja ikhlas tanpa pamrih untuk para pengurus.

"Alhamdulillah, buah dari kesadaran kepedulian dan keikhlasan pengurus dalam kerentanan waktu kurang dari 2 bulan sudah terlihat dengan dukungan dari para donatur. Dan hari ini Jum'at berkah kita melaksanakan penyaluran tahap awal pakaian layak pakai kepada Bapak / Ibu yang sudah melakukan proses pemilihan pakaian yang akan diambil. Memang Bapak pakaian ini adalah pakaian bekas tapi masih sangat layak untuk kita pergunakan bahkan ada yang kita temukan masih baru karena merk-nya masih menggantung, "jelas inisiator Gasebu.

Lebih lanjut, inisiator Gasebu menuturkan bahwa penyaluran tahap awal ini Gasebu mengalirkan pakaian layak guna kepada 15 KK, 47 jiwa dan 108 lembar pakaian dalam berbagai jenis, bentuk dan ukuran. Dan untuk penyaluran tahap ke dua akan kembali direncanakan akan dilaksanakan pada hari Jum'at depan.

"Semoga pakaian ini bermanfaat bagi Bapak ibu sekeluarga mohon doakan para donatur agar dimurahkan rizkinya sehingga bisa terus menebar kemanfaatan dengan hartanya dan mohon juga doakan para pengurus Gasebu agar diberikan kesehatan dan ke istiqomahan untuk terus dapat anjing untuk kemaslahatan ummat," tutupnya.



Sumber: Suriadi Rahman /  Editor: Habibie

 


Saturday, August 29, 2020

Seorang Wanita Dermawan dan Seekor Kambing


Seorang wanita dermawan yang sudah berumur telah memberi seekor kambing kepada Luqmanul Hakim. Dia meminta Luqman menyembelih kambing itu dan berpesan,

“Berilah bahagian yang terburuk darinya untuk saya makan.” 

Setelah Luqman menyembelih kambing itu, dia pun menghantar hati dan lidahnya kepada wanita tersebut. 

Beberapa hari kemudian wanita itu memberikan lagi seekor kambing untuk disembelih. Kali ini dia berpesan untuk memberinya bahagian yang terbaik dari kambing itu. Setelah disembelih, Luqman menghantar hati dan lidah juga kepada wanita itu. 

Wanita itu kehairanan dan bertanya kepada Luqman, 

“Mengapakah tuan menghantar lidah dan hati kepada saya ketika meminta bahagian yang terburuk. Dan mengapa kedua-duanya juga dihantar kepada saya ketika memesan menghantar bahagian yang terbaik?” 

Luqman menjawab, 

“Hati dan lidah sangat baik ketika baiknya, dan apabila keduanya buruk maka sangatlah buruknya!” 

Mendengar jawapan yang bijaksana itu, wanita itu lalu memahami maksud Luqman. Sebabnya hati dan lidah adalah pokok segala kebaikan, begitu juga sebaliknya, dari hati dan lidah juga lahir segala kejahatan dan keburukan. 

Oleh itu hati dan lidah adalah punca segala kejahatan dan kebaikan. 

Jagalah hati kita dan jagalah lidah kita. 



ANDA DIA dan SAYA adalah KITA dalam SEMANGAT KEBERSAMAAN

Friday, August 28, 2020

Friday, August 28, 2020

Gasebu Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Almarhum Mappasissi


 KILASRIAU.com   - Keluarga besar Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) turut berduka cita atas berpulangnya kerahmatullah Mappasissi warga Jalan Hidayat Kelurahan Metro, Kecamatan Reteh, Jum'at (28/8)

"Informasi berpulangnya kerahmatullah Mappasissi kita terima dari putri almarhum Ondeng tadi malam (Kamis malam Jumat, 27 Agustus 2020 sekitar pukul 21.45 wib," kata Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain

Dikatakan Jalaluddin bahwa sebelum meninggal almarhum sempat dirawat di Puskesmas Pulau Kijang selama 3 hari karena struk dan dokter menyarankan agar di rujuk. Tetapi karena melihat kondisi almarhum sudah kritis dan juga terkendala pembiayaan karena tidak memiliki BPJS, pihak keluarga yang memutuskan untuk dibawa pulang kerumah pada hari kamis sekitar pukul 11.30 Wib.

Segenap Keluarga Besar Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) dalam takziah menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya kerahmatullah semoga husnul khatimah dan semoga keluarga bisa tabah, sabar dan mengikhlaskan kepergian almarhum.

"Kami dari Gasebu berusaha membantu pihak keluarga sejak di rawat sampai proses pemakaman Almarhum dan juga memberikan donasi dari para donatur untuk meringankan beban keluarga," ucapnya.

Selanjutnya, Inisiator Gasebu Nahrawi menyampaikan pesan terimakasih kepada Kepala Puskesmas Pulau Kijang yang telah berkenan membantu memberikan kompensasi keringanan pembiayaan selama 3 hari almarhum dirawat dan juga kepada Lurah Metro Aras yang juga memberikan respon cepat warganya yang sakit dan serta berkenan hadir berta'ziah dirumah duka beserta jajaran staf lurah metro.

"Semoga sinergisitas penggiat sosial dengan pemerintah setempat dapat terus kita tingkatkan karena ini tanggung jawab kita bersama," tutupnya.



Sumber: Suriadi Rahman /  Editor: Habibie

 

Friday, August 28, 2020

GASEBU Menyalurkan Donasi Pakaian Layak Pakai

 


Bersama Keluarga Besar Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) menyalurkan donasi pakaian layak pakai kepada 15 KK, 47 Jiwa, 108 lembar pakaian kepada kaum dhuafa untuk tahap awal dilingkungan sekretariat Gasebu Jalan SMP Pulau Kijang. Terima kasih kepada para donatur. In syaa Allah menjadi ladang amal.












ANDA, DIA dan SAYA adalah KITA dalam SEMANGAT KEBERSAMAAN.

#GASEBU_RETEH

#KamiKumpulkan

#KamiSalurkan

#KamiPertanggungjawabkan

#Jumat_28082020

Thursday, August 27, 2020

Thursday, August 27, 2020

Gasebu Kembali Salurkan Donasi bagi Warga Kurang Mampu

 


Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) kembali mengalirkan donasi untuk pasien Mappasissi warga kelurahan Metro Kecamatan Reteh, Kamis (27/8/20).

Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain mengatakan bahwa informasi terkait pasien yang kurang mampu diterima dari inisiator Gasebu Nahrawi.

"Selasa pagi, anak dari pasien tersebut datang kerumah inisiator Gasebu untuk menyampaikan orang tua yang dirawat dipuskesmas karena struk dan tidak memiliki BPJS serta meminta maaf pertolongan Gasebu untuk difasilitasi dibuatkan SKTM," ujarnya.

Begitu informasi diterima, keluarga besar Gasebu langsung menuju Puskesmas untuk menjenguk pasien dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tindakan pasien dan tindakan penanganannya.

Hadir dalam penyerahan Ketua Donasi Gasebu H. Jalaluddin Husain, Muhammad Rifai, Nawarlis A Rahman, Darwis dan Abdul Muin.

Inisiator Gasebu Nahrawi yang dihubungi melalui selulernya menyatakan bahwa benar keluarga pasien datang kerumah untuk dibantu, karena pasien tidak memiliki BPJS dan termasuk keluarga yang kurang mampu. 

"Kami koordinasikan dengan Lurah Metro terkait warganya yang sakit untuk kiranya dapat dibantu. Alhamdulillah langsung direspon oleh pak Aras selaku Lurah metro dan pak Mustakim selaku kepala Pustu untuk kiranya dapat diberikan keringanan dalam pembiayaan," jelas Nahrawi.

Keluarga Besar Gasebu dalam penyerahan donasi tersebut yang diwakili oleh Nawarlis dan diterima oleh anak pasien menyampaikan agar bersabar dan semoga orang tua yang sakit segera diberikan kesembuhan.

Di kesempatan itu juga inisiator Gasebu tidak lupa ucapan terima kasih dan apresiasi yang panas pada donatur yang telah mempercayakan kepada GASEBU untuk menyalurkan bantuannya.

"Tentunya kita berharap kedepannya lebih banyak saudara-saudara kita yang peduli dengan sesama dengan menyumbangkan sedikit saja dari harta yang dimiliki untuk membantu sesama," tukasnya.

NIK PASIEN SUDAH TERDAFTAR DI BPJS KESEHATAN, NAMUN ATAS NAMA ORANG LAIN

Terkait BPJS kesehatan, Gasebu berkoordinasi dengan pihak BPJS untuk dibantu apakah pasien terdaftar dalam pemanfaat BPJS sesuai NIK pasien. Tapi setelah dilakukan pengecekan ternyata NIK pasien tercatat atas nama orang lain yang berjenis kelamin perempuan.

"Untuk mengamankan kepemilikan NIK tersebut kami juga langsung berkoordinasi dengan DISDUKCAPIL Inhil untuk mengetahui kepemilikan NIK tersebut dan ternyata benar bahwa NIK tersebut kepemilikannya atas nama pasien, namun karena namanya berbeda sehingga pihak BPJS mengatakan pasien tidak terdaftar karena bukan nama," tutur Nahrawi.

Tentunya ini juga sedikit pengecualian Gasebu karena NIK yang terdaftar atas nama orang lain, beda jenis kelamin pula.


Sumber : Fajar Satria


Thursday, August 27, 2020

Teruslah Bersahabat Sampai Allah Berkata Waktunya Pulang

 


Ketika ada kesempatan, pergilah bersama teman- teman . 

Berkumpul- kumpul, bukan sekadar makan, minum dan bersenang, tetapi ingat, waktu hidup kita semakin singkat. Maka dari itu, bangunkanlah PERSAUDARAAN 

Mungkin lain waktu kita tidak akan bertemu lagi. 

Mungkin lain waktu kita sudah semakin susah untuk berjalan. 

Umur itu seperti es batu, dipakai atau tidak, akan tetap mencair dan berakhir. 

Begitu juga dengan umur kita. Digunakan atau tidak digunakan, umur kita akan tetap berkurang, dan akhirnya kembali ke hadirat ILAHI. 

Kita akan menjadi tua, sakit, dan meninggal.. Jalani hidup ini dgn ceria, sabar dan santai. 

Jangan suka mau menang sendiri, sementara orang lain selalu salah. 

Jangan buang sahabat cuma karena tak sepakat. 

*Satu keburukan* teman, bukan berarti hilang *sembilan kebaikannya*. 

Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman- teman dan saudara-saudara kita. 

Siapa tahu mereka nanti akan menjadi penolong kita di akhirat kelak. Buanglah jauh jauh sifat egois dan iri hati 

Terimalah kekurangan dan kelebihan dari sahabat. 

Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena *ada apanya*. 

Nikmati semua waktu, senda dan tawa. Hargai semua perbedaan. Percayakan kemampuan teman kita. 

Jaga perasaannya, tutupi aibnya. Bantu ketika dia jatuh, sediakan bahu ketika dia menangis. 

Tepuk tangan dan gembira ketika dia sukses. Sebut namanya dalam doa kita. 

Bertemanlah dengan hati yang baik dan tulus. Ketika hatimu baik dan tulus, percayalah, Allah juga akan selalu bersamamu. 

Wednesday, August 26, 2020

Wednesday, August 26, 2020

Gasebu Perdana Salurkan Pakaian Layak Pakai Bagi Dhuafa

 


Indragirione.com, - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) perdana mulai menyalurkan pakaian layak pakai bagi kaum dhuafa, pada Rabu (26/8/20).

Ketua Gasebu, H. Jalaluddin Husain mengungkapkan penyaluran perdana kita laksanakan di sekretariat Jalan Gasebu SMP Pulau Kijang.

"Untuk penyaluran selanjutnya sudah kami rencanakan Dalam syaa Allah akan disalurkan kepada kaum dhuafa pada hari Jumat (28/08/20) nanti dan untuk keluarga dhuafa calon penerima sebagian namanya sudah kami infentaris dan sebagian sedang di data," ujar H Jalaluddin Husain.


Sampai saat ini Gasebu sudah menerima 405 lembar pakaian layak pakai yang jenis dan ukurannya bervariasi, pakaian yang diterima ini sudah dilakukan proses sortir dan proses pencucian.

"Alhamdulillah hari ini juga kami kembali menerima donasi pakaian layak pakai sebanyak 5 pak dari Ibu Hj Dahlia, dijalan SMP Pulau Kijang yang diterima dan dijemput oleh anggota Gasebu, Abdul Muin dan juga 2 karung dari warga jalan utama yang di koordinir oleh anggota lainnya, pak Arsyad yang diantar langsung ke sekretariat Gasebu, ”ungkapnya.



Inisiator Gasebu Nahrawi yang dihubungi melalui selulernya sangat mengapresiasi program kerja dari pengurus gasebu.

"Jadi memang pakaian ini akan segera di distribusikan kepada kaum dhuafa dan juga kepada saudara kita yang mengalami musibah kebakaran. Semoga kinerja yang dilakukan pengurus ini dapat terus ditingkatkan dan yang paling penting adalah menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Gasebu," tutur Nahrawi

Ia juga kasih sayang kepada para donatur yang telah mempercayakan donasinya. Semoga kedepan akan semakin banyak donatur yang berkenan untuk berdonasi melaui Gasebu.

"Harapan saya mohon doakan para penggiat sosial yang tergabung di Gasebu khususnya, senantiasa yang diberikan kesehatan dan tetap istiqomah untuk mengalirkan donasi dari para donatur. Dalam syaa Allah akan menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua," tutupnya.

 

Sumber : Fajar Satria

Tuesday, August 25, 2020

Tuesday, August 25, 2020

Beginilah Nasib MANUSIA

D͟a͟h͟u͟l͟u͟ k͟a͟l͟a͟, a͟d͟a͟ s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ M͟i͟s͟k͟i͟n͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ s͟e͟e͟k͟o͟r͟ k͟u͟d͟a͟ p͟u͟t͟i͟h͟ y͟g͟ s͟a͟n͟g͟a͟t͟ t͟a͟n͟g͟k͟a͟s͟ d͟a͟n͟ g͟a͟g͟a͟h͟..

S͟u͟a͟t͟u͟ h͟a͟r͟i͟, s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ s͟a͟u͟d͟a͟g͟a͟r͟ k͟a͟y͟a͟ i͟n͟g͟i͟n͟ m͟e͟m͟b͟e͟l͟i͟ k͟u͟d͟a͟ i͟t͟u͟ & m͟e͟n͟a͟w͟a͟r͟n͟y͟a͟ d͟eng͟an h͟a͟r͟g͟a͟ y͟g͟ s͟a͟n͟g͟a͟t͟ t͟i͟n͟g͟g͟i͟....!!

T͟a͟p͟i͟ s͟a͟y͟a͟n͟g͟ S͟i͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟ i͟t͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟a͟u͟ me͟n͟j͟u͟a͟l͟n͟y͟a͟..!!

L͟a͟l͟u͟ t͟e͟m͟a͟n͟-t͟e͟m͟a͟n͟n͟y͟a͟ m͟e͟n͟y͟a͟y͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟e͟j͟e͟k͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ d͟i͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟ k͟u͟d͟a͟n͟y͟a͟..

K͟e͟e͟s͟o͟k͟a͟n͟ h͟a͟r͟i͟n͟y͟a͟, k͟u͟d͟a͟ i͟t͟u͟ h͟i͟l͟a͟n͟g͟ d͟a͟r͟i͟ k͟a͟n͟d͟a͟n͟g͟n͟y͟a͟..

m͟a͟k͟a͟ t͟e͟m͟a͟n͟-t͟e͟m͟a͟n͟n͟y͟a͟ b͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟ :

"S͟u͟n͟g͟g͟u͟h͟ j͟e͟l͟e͟k͟ n͟a͟s͟i͟b͟m͟u͟, p͟a͟d͟a͟h͟a͟l͟ k͟a͟l͟a͟u͟ k͟e͟m͟a͟r͟i͟n͟ k͟a͟m͟u͟ j͟u͟a͟l͟, k͟a͟m͟u͟ p͟a͟s͟t͟i͟ k͟a͟y͟a͟, s͟e͟k͟a͟r͟a͟n͟g͟ k͟u͟d͟a͟m͟u͟ s͟u͟d͟a͟h͟ h͟i͟l͟a͟n͟g͟.."

T͟a͟p͟i͟ S͟i͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ d͟i͟a͟m͟ s͟a͟j͟a͟ t͟a͟n͟p͟a͟ k͟o͟m͟e͟n͟t͟a͟r͟...

N͟a͟m͟u͟n͟ b͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ h͟a͟r͟i͟ k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟, k͟u͟d͟a͟ s͟i͟ p͟e͟t͟a͟n͟i͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ , b͟e͟r͟s͟a͟m͟a͟ 5 e͟k͟o͟r͟ k͟u͟d͟a͟ l͟i͟a͟r͟ l͟a͟i͟n͟n͟y͟a͟..

L͟a͟l͟u͟ t͟e͟m͟a͟n͟-t͟e͟m͟a͟n͟n͟y͟a͟ b͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟ :

"W͟a͟h͟..! b͟e͟r͟u͟n͟t͟u͟n͟g͟ s͟e͟k͟a͟l͟i͟ n͟a͟s͟i͟b͟m͟u͟, t͟e͟r͟n͟y͟a͟t͟a͟ p͟e͟r͟g͟i͟n͟y͟a͟ k͟u͟d͟a͟m͟u͟ m͟e͟m͟b͟a͟w͟a͟ k͟e͟b͟e͟r͟u͟n͟t͟u͟n͟g͟a͟n͟.."_

S͟i͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ t͟e͟t͟a͟p͟ h͟a͟n͟y͟a͟ d͟i͟a͟m͟ s͟a͟j͟a͟..

B͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ h͟a͟r͟i͟ k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟, a͟n͟a͟k͟ s͟i͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ y͟g͟ s͟e͟d͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟a͟t͟i͟h͟ k͟u͟d͟a͟-k͟u͟d͟a͟ b͟a͟r͟u͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ t͟e͟r͟j͟a͟t͟u͟h͟ d͟a͟n͟ k͟a͟k͟i͟n͟y͟a͟ p͟a͟t͟a͟h͟..

L͟a͟l͟u͟ t͟e͟m͟a͟n͟-t͟e͟m͟a͟n͟n͟y͟a͟ b͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟ :

"R͟u͟p͟a͟n͟y͟a͟ k͟u͟d͟a͟-k͟u͟d͟a͟ i͟t͟u͟ m͟e͟m͟b͟a͟w͟a͟ si͟a͟l͟, l͟i͟h͟a͟t͟ s͟e͟k͟a͟r͟a͟n͟g͟ a͟n͟a͟k͟m͟u͟ k͟a͟k͟i͟n͟y͟a͟ p͟a͟t͟a͟h͟.."

S͟i͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ i͟t͟u͟ t͟e͟t͟a͟p͟ d͟i͟a͟m͟ t͟a͟n͟p͟a͟ k͟o͟m͟e͟n͟t͟a͟r͟..

S͟e͟m͟i͟n͟g͟g͟u͟ k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ p͟e͟p͟e͟r͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟i͟ w͟i͟l͟a͟y͟a͟h͟ i͟t͟u͟, s͟e͟m͟u͟a͟ a͟n͟a͟k͟ m͟u͟d͟a͟ d͟i͟ d͟e͟s͟a͟ d͟i͟p͟a͟k͟s͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ b͟e͟r͟p͟e͟r͟a͟n͟g͟,

k͟e͟c͟u͟a͟l͟i͟ S͟i͟ A͟n͟a͟k͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ i͟t͟u͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟i͟s͟a͟ b͟e͟r͟j͟a͟l͟a͟n͟..!!

T͟e͟m͟a͟n͟-t͟e͟m͟a͟n͟n͟y͟a͟ m͟e͟n͟d͟a͟t͟a͟n͟g͟i͟ S͟i͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ s͟a͟m͟b͟i͟l͟ m͟e͟n͟a͟n͟g͟i͟s͟ :

"B͟e͟r͟u͟n͟t͟u͟n͟g͟ s͟e͟k͟a͟l͟i͟ n͟a͟s͟i͟b͟m͟u͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ a͟n͟a͟k͟m͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ i͟k͟u͟t͟ b͟e͟r͟p͟e͟r͟a͟n͟g͟, k͟a͟m͟i͟ h͟a͟r͟u͟s͟ k͟e͟h͟i͟l͟a͟n͟g͟a͟n͟ a͟n͟a͟k͟-a͟n͟a͟k͟ k͟a͟m͟i͟.."

B͟a͟r͟u͟l͟a͟h͟ S͟i͟ P͟e͟t͟a͟n͟i͟ k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ b͟e͟r͟k͟o͟m͟e͟n͟t͟a͟r͟ :

"J͟a͟n͟g͟a͟n͟l͟a͟h͟ t͟e͟r͟l͟a͟l͟u͟ c͟e͟p͟a͟t͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ k͟e͟s͟i͟m͟p͟u͟l͟a͟n͟ d͟g͟ m͟e͟n͟g͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ n͟a͟s͟i͟b͟ b͟a͟i͟k͟ a͟t͟a͟u͟ j͟e͟l͟e͟k͟n͟y͟a͟..!!

S͟e͟m͟u͟a͟n͟y͟a͟ i͟n͟i͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟u͟a͟t͟u͟ r͟a͟n͟g͟k͟a͟i͟a͟n͟ p͟r͟o͟s͟e͟s͟ y͟g͟ b͟e͟l͟u͟m͟ s͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟... s͟y͟u͟k͟u͟r͟i͟ & t͟e͟r͟i͟m͟a͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ y͟g͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ s͟a͟a͟t͟ i͟n͟i͟..!!

• A͟p͟a͟ y͟g͟ k͟e͟l͟i͟h͟a͟t͟a͟n͟ b͟a͟i͟k͟ h͟a͟r͟i͟ i͟n͟i͟ b͟e͟l͟u͟m͟ t͟e͟n͟t͟u͟ b͟a͟i͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ h͟a͟r͟i͟ e͟s͟o͟k͟..??

• A͟p͟a͟ y͟g͟ b͟u͟r͟u͟k͟ h͟a͟r͟i͟ i͟n͟i͟ b͟e͟l͟u͟m͟ t͟e͟n͟t͟u͟ b͟u͟r͟u͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ h͟a͟r͟i͟ e͟s͟o͟k͟.??

T͟e͟t͟a͟p͟i͟ y͟g͟ p͟a͟s͟t͟i͟, A͟L͟L͟A͟H͟ p͟a͟l͟i͟n͟g͟ t͟a͟h͟u͟ y͟ang͟ t͟e͟r͟b͟a͟i͟k͟ b͟u͟a͟t͟ k͟i͟t͟a͟..!!

B͟a͟g͟i͟a͟n͟ k͟i͟t͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟, bers͟y͟u͟k͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ s͟e͟g͟a͟l͟a͟ h͟a͟l͟, s͟e͟b͟a͟b͟ i͟t͟u͟l͟a͟h͟ y͟g͟ d͟i͟k͟e͟h͟e͟n͟d͟a͟k͟i͟ A͟L͟L͟A͟H͟ d͟i͟ d͟a͟l͟a͟m͟ h͟i͟d͟u͟p͟ k͟i͟t͟a͟ i͟n͟i͟..

J͟a͟l͟a͟n͟ y͟ang͟ d͟i͟b͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟k͟a͟n͟ A͟L͟L͟A͟H͟ b͟e͟l͟u͟m͟ t͟e͟n͟t͟u͟ y͟ang͟ t͟e͟r͟c͟e͟p͟a͟t͟, b͟u͟k͟a͟n͟ p͟u͟l͟a͟ y͟ang͟ t͟e͟r͟m͟u͟d͟a͟h͟.. 

T͟a͟p͟i͟ s͟u͟d͟a͟h͟ p͟a͟s͟t͟i͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟b͟a͟i͟k͟.




Translate

Beriklan Sambil Sedekah hanya ada di www.gasebu.com - Pelanggan Makin Ramai Sedekahpun Jalan

Beriklan Sambil Sedekah hanya ada di www.gasebu.com - Pelanggan Makin Ramai Sedekahpun Jalan
Pasang Iklan disini Syaratnya sangat mudah dan bermanfaat, cukup menjadi anggota Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) jadi hanya dikenakan Biaya Rp.10.000/bulan dan akan di Kumpulkan untuk Donasi Kegiatan Sosial untuk Kaum Dhuafa